BALIKPAPAN –  Pangdam VI Mulawarman, Mayjen TNI Johny L Tobing mengungkapkan jika telah mengajukan permintaan helikopter jenis MI-17 untuk membantu tugas satuan tugas pengamanan perbatasan (satgas pamtas). Itu disampaikan dalam upacara pelepasan prajurit TNI Kodam IV Diponegoro yang tergabung sebagai Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 401 Wirasada Pratista di dermaga Pelabuhan Semayang, Selasa (27/12) kemarin.

“Sudah diajukan untuk memantau melalui udara,” terangnya. Para prajurit yang dilepas akan bertugas selama sembilan bulan di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia. Mereka akan menggantikan prajurit dari Yonif 713 Satyatama Kodam XIII Merdeka.

Panglima Johny menyampaikan agar para prajurit fokus pada tugas melindungi NKRI. Kendati demikian, dia juga mengingatkan mereka untuk menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar dalam menangkal penyelundupan barang terlarang dan permasalahan lain di perbatasan.

“Atensi perbatasan seperti penyelundupan barang terlarang, misalnya narkoba. Mereka juga harus membina masyarakat, memberi pemahaman tentang bahayanya penyelundupan barang terlarang. Tanpa dukungan masyarakat, penggagalan penyelundupan tidak mungkin terjadi,” katanya.

Johny menegaskan, merebut hati rakyat sangatlah penting demi menjaga kesatuan NKRI, mencegah hal-hal yang dapat memecah belah persatuan bangsa.

Sebanyak 350 prajurit tersebut akan bertugas di pos menggantikan posisi prajurit yang bertugas sebelumnya. Pergantian prajurit dalam tugas rutin ini dilakukan setiap sembilan bulan. Johny menambahkan, sejauh ini tidak ada tugas khusus dan emergency hingga mengharuskan penambahan pasukan. Para prajurit diingatkan untuk tidak ada toleransi sedikitpun terhadap kegiatan yang melanggar hukum.

Ada enam pos penjagaan yang akan ditempati oleh para prajurit TNI yang bertugas. Mereka berangkat ke perbatasan menggunakan KRI Teluk Amboina-503, kapal perang dengan kapasitas 2.000 pasukan dan dapat menampung persenjataan, armada darat, hingga alutsista.

Selanjutnya akan ada penambahan beberapa pos baru yang akan efektif dua bulan mendatang. Namun sebelum digunakan, menurut Johny, pos-pos tersebut akan dilengkapi dengan sarana dan prasarananya. Pos-pos tersebut di antaranya terletak di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu). Kelengkapan sarana dan prasarana yang menjadi perhatian Johny, antara lain tempat tidur dan peralatan radio. (bp-21/war/k1)