PARA  lulusan SMA/sederajat yang ingin kuliah di perguruan tinggi negeri bisa memilih jalur seleksi. Bisa melalui jalur undangan atau Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Selain itu, bisa mengikuti jalur ujian tulis Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

“Ada tiga pola penerimaan mahasiswa PTN, yaitu SNMPTN, SBMPTN, dan Seleksi Mandiri. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan calon mahasiswa yang memiliki potensi akademik yang baik, sehingga dapat menyelesaikan studi dengan baik. Hari ini (kemarin.Red) kami akan mengumumkan pendaftaran SBMPTN 2017,” ujar Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Intan Ahmad di Jakarta, Senin (10/4).

Pendaftaran SBMPTN dilakukan secara online. Siswa kelas XII maupun alumni SMA/sederajat bisa memelajari tata cara pendaftaran secara lengkap dapat pada laman http://pendaftaran.sbmptn.ac.id.

“Calon mahasiswa sudah bisa mengakses dan melakukan pendaftaran SBMPTN 2017 mulai 11 April pukul 08.00 WIB sampai 25 April pukul 23.59 WIB," jelas Ravik Karsidi, Ketua Panitia Pusat SNMPTN dan SBMPTN 2017.

Ravik menambahkan, SBMPTN 2017 diikuti 85 PTN di lingkungan Kemenristekdikti dan Kemenag, termasuk ISI dan ISBI, yang terbagi dalam 42 Panitia Lokal, di bawah koordinasi Panitia Pusat.

"Jumlah PTN yang ikut bergabung tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang berjumlah 78 PTN," tandasnya.

Menurut ‎Ravik Karsidi, Ketua Panitia Pusat SNMPTN dan SBMPTN 2017, daya tampung SBMPTN dari tahun ke tahun selalu meningkat. Tahun 2015 jumlahnya 115.788 kemudian bertambah menjadi 126.804 pada 2016.

"Dengan bergabungnya PTN baru pada SBMPTN 2017, saya optimistis daya tampung akan semakin meningkat. Daya tampung SBMPTN, minimum 30 persen dari daya tampung masing-masing PTN," ujar Ravik di Jakarta, Senin (10/4).

Para siswa ini akan diseleksi‎ berdasarkan hasil ujian tertulis yang terdiri dari Paper Based Testing (PBT) dan Computer Based Testing (CBT). Tahun ini panitia menargetkan 30 ribu CBT peserta seleksi SBMPTN.

Ketua Pokja SBMPTN Budi Prasetyo menambahkan, SBMPTN 2017 bisa diikuti oleh siswa lulusan tahun 2015, 2016 dan 2017 dari pendidikan menengah (SMA/SMK/MA) atau yang sederajat, termasuk paket C.‎

Mengenai pembiayaan penyelenggaraan SBMPTN dibebankan kepada peserta seleksi dan disubsidi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

"Peserta SBMPTN dari keluarga kurang mampu secara ekonomi dan mempunyai prestasi akademik tinggi bisa mengajukan dana bantuan biaya pendidikan Bidikmisi," pungkas Budi. (esy/jpnn/san)