BALIKPAPAN - Penyakit kanker memang tidak mengenal usia. Baik anak-anak, dewasa, hingga tua sekalipun dapat terkena penyakit mematikan ini. Namun, kanker pada anak juga mengkhawatirkan. Sebab, sebanyak 27-30 persen anak di dunia terserang penyakit kanker.

Demi mengedukasi anak-anak khususnya para pelajar di Balikpapan, Siloam Hospital Balikpapan menggelar penyuluhan terhadap 280 murid di sekolah kristen Ipeka di kawasan Perumahan Balikpapan Baru Blok K No 1, Kelurahan Damai, Kecamatan Balikpapan Selatan, kemarin. Hal ini dilakukan Siloam dari bagian memperingati Hari Kanker Anak Sedunioa, setiap 15 Februari setiap tahunnya.

"Saya menshare tentang fenomena ini agar mereka lebih awareness aja, termasuk juga yang dewasa. Jadi banyak yang bisa mereka ketahui. Karena jenis kanker itu juga berbagai macam dan datangnya dari berbagai penyebab. Orang yang tadinya diam tiba-tiba kena kanker itu bisa saja," kata Dokter Spesialis Bedah Anak Siloam Hospital, dr Yhohan Z. Thaihutu, SpBA di ruangannya, kemarin.

Rupanya kanker juga bisa datang dari gejala awal sakit perut. Sehingga Yhohan mengingatkan kepada warga agar tidak menyepelekan permasalahan sakit perut. Sebab bila sakit perut berkelanjutan dan menyebabkan kronis, maka dampaknya juga bisa terkena kanker.
Untuk itu, dirinya mengimbau kepada masyarakat agar memeriksakannya segera ke dokter.

"Nyeri perut itu banyak variannya, misalnya usus buntu, batuk dan lainnya. Nah Kalau misalnya itu kronis ya bisa jadi kanker. Jadi jangan disepelekan, meskipun itu jarang, tapi tetap diwaspadai. Alangkah baiknya langsung diperiksa ke dokter," terangnya.

Ia pun membagikan tips kepada para warga agar terhindar dari kanker. Yakni dimana kita diminta untuk menerapkan pola hidup sehat dan mengatur pola makan yang baik dan benar.
Yhohan juga menyarankan bila terindikasi menderita kanker, maka jangan bawa ke pengobatan alternatif seperti dukun, melainkan bawalah ia ke dokter. Sebab terkadang masyarakat masih berpola pikir bahwa berobat membutuhkan biaya yang mahal serta prosedur yang rumit, alhasil mereka banyak memilih ke pengobatan alternatif dan sejenisnya.

"Ya ibaratnya kalau sakit dibawa ke memang ahlinya,karena disitu kita bisa jelaskan semua. Bukan dibawa ke dukun dan sebagainya. Sebab banyak masyarakat yang pola pikirnya masih ke dukun karena ke dokter mahal. Nah pas di dukun sudah nggak bisa tangani lalu mereka di bawa kerumah sakit, pas dirumah sakit itu sudah parah, baru kadang kalau kenapa-kenapa kita yang disalahkan. Padahal saat sudah dibawa kesini kondisinya sudah parah," tukasnya.

Dalam giat penyuluhan tadi nampak para murid antusias berinteraksi dengan Yhohan untuk menanyakan perihal kanker. Baik bertanya seputar penyebab dan pengobatan kanker hingga penyakit diluar kanker itu sendiri. Namun demikian Yhohan berharap di Hari Kanker Anak Sedunia ini angka penderita kanker bisa menurun bahkan tidak sama sekali.

"Dengan ini mereka minimal bisa memahami dan mengerti bagaimana cara penanganan dan apa itu kanker. Kita berharap penderita kanker turun bahkan tidak ada ya," pungkasnya. (**/yad/rus)