BALIKPAPAN - Kematian Achmad Mudori (65) di taman Waduk Telaga Sari pada Kamis (8/11) pagi lalu masih dipertanyakan. Meski sejauh ini polisi menduga korban tewas dibunuh lantaran terdapat luka bekas pukulan benda keras di telinga kirinya, ditambah lagi ditemukannya sebatang balok kayu berpaku berlumuran darah yang diduga digunakan oleh pelaku memukul korban, namun itu masih sebatas dugaan. Pasalnya, hasil autopsi korban sejak dua hari lalu belum keluar.

Polisi pun masih melakukan penyelidikan sembari menunggu hasil autopsi dari rumah sakit. Dari hasil penyelidikan sementara memang belum menemukan tanda-tanda identitas pelaku yang diduga memukul korban. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan oleh penyidik, namun belum ada titik terang.

“Sudah kami interogasi sejumlah saksi tapi belum tahu siapa yang pukul. Tunggu hasil autopsi. Tapi, kami sih meyakini dugaan sementara itu dibunuh, karena ada luka bekas pukul di telinga kirinya,” kata Kapolres Balikpapan, AKBP Wiwin Firta melalui Kasat Reskrim AKP Makhfud Hidayat, kemarin (10/11).

Dari keterangan yang berhasil dihimpun kepolisian, korban merupakan pribadi yang pendiam dan tidak memiliki musuh. Sehingga, kemungkinan dianiaya sangat kecil. Demikian pula kemungkinan korban dirampok alias dibegal. Polisi tak menemukan barang berharga korban yang hilang. Wajar saja, korban merupakan seorang pemulung yang memang banyak beraktivitas di luar mencari barang bekas. Hal ini tampak dari keranjang korban yang biasa dipakainya untuk memulung masih berada di tempat kejadian perkara.

“Kalau dirampok itu kayaknya nggak, soalnya nggak ada barangnya yang hilang. Wong pendeng-nya (sabuk, Red) aja pakai tali rafia kok,” ujar Makhfud.

Media ini pun memastikan di kediaman korban yang berada di Jalan Al Falah alias Jalan Kilat RT 30, Kelurahan Baru Ilir, Kecamatan Balikpapan Barat. Korban memang merupakan keluarga yang kurang mampu. Almarhum tinggal bersama keponakannya di rumah kayu yang sempit. Di mata tetangga, korban memang dikenal pendiam dan jarang berada di rumah lantaran sering di luar memulung. Sehingga, untuk memiliki musuh pun kemungkinannya kecil.

“Orang lama dia, Mas. Memang dia pendiam dan jarang bersosialisasi, tapi orangnya baik aja kok. Dia jarang ada di rumah karena ya sibuk di luar, kerjanya mulung,” kata Supriono, tetangga sekitar korban.

Informasi lain yang didapat Balikpapan Pos,korban yang telah memasuki usia senja hidup membujang. Hingga kemarin polisi masih belum dapat memastikan siapa pelaku yang menewaskan Mudori. Namun, pihaknya tak berhenti melakukan penyelidikan dengan kemungkinan yang ada.

“Kami tetap lakukan penyelidikan karena belum ada titik terang,” tutup Makhfud.(yad/yud/k1)