Heboh beredar informasi melalui grup WA dan medsos bahwa ada pelaku perampokan  dari luar  Kaltim masuk Balikpapan, kemudian lari ke Km 38 Samboja, Kukar. Melalui pesan berantai juga disebarkan foto pelaku perampokan seorang pria yang diterangkan pelaku perampokan lokasi kejadian di Banjarmasin, Kalsel. Bahkan ada pesan suara yang mengingatkan agar warga waspada adanya perampok tersebut karena sangat berbahaya.

“Bagi dulur-dulur, khsususnya kelompok tani Rawa Lembur. Hari ini lebih waspada karena ada buron perampokan besar lari di Km 38, tepatnya di RT 17 masuk ke arah hutan. Saat ini dalam pengejaran anggota reserse gabungan Kalsel, Kaltim. Mohon hati-hati, karena pelaku ini ndak main-main,” bunyi pesan yang disampaikan seorang pria.   Yang bikin merinding lagi, ada pesan menyebutkan pelaku kebal peluru dan bisa menghilang.  Warga juga diminta untuk waspada dan tidak menerima tamu yang tidak dikenal.

Ada juga kabar dari masyarakat yang menyatakan bahwa buronan tersebut sudah ditemukan dalam keadaan meninggal gantung diri di sebuah pohon di kebun.

Balikpapan Pos mencari kebenaran informasi tersebut dan mendapatkan informasi dari salah satu Bhabinsa Koramil Samboja yaitu Sertu Udi Sahudi bahwa mayat seorang laki-laki yang gantung diri tersebut adalah NA (37) warga Kelurahan Karya Merdeka, Kecamatan Samboja Kukar. Mayat tersebut ditemukan oleh warga saat istri korban dan warga mencarinya. Setelah dicari sampai malam korban ditemukan gantung diri di kebun pohon lai. Selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Samboja dan tak lama petugas datang ke TKP untuk evakuasi korban dan selanjutnya dibawa ke rumah sakit Samboja. Dan kesimpulannya,  pelaku bunuh diri bukan pelaku perampokan dari Banjarmasin yang melarikan diri, dan perampok bernama Darwin.

Menanggapi adanya buronan dari Kalsel yang lari ke Wilayah Samboja Kutai Kartanegara, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Ade Yaya Suryana membenarkan hal tersebut.  Dia mengatakan, saat ini personel kepolisian sedang melakukan melakukan pengejaran.  "Iya masih dalam pengejaran. Sementara satu orang yang lagi dikejar," jelas Ade Yaya secara singkat. (bp3/ono)