PROKAL.CO,

TIM Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengungkapkan tingkat kematian dokter akibat terpapar Covid-19 sudah mencapai 545 orang dari Maret 2020 sampai 17 Juli 2021. Para dokter dan tenaga kesehatan lainnya diminta untuk segera melaporkan jika mengalami gejala atau sakit akibat terpapar Covid-19. Sebab sejumlah dokter tak diketahui bahwa mereka sakit dan ternyata sudah dalam kondisi parah dan meninggal.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Tim Mitigasi IDI dr. Moh Adib Khumaidi secara daring baru-baru ini. Pihaknya saling dukung selama satu bulan terakhir untuk memberikan bantuan terhadap teman-teman sejawat, mulai dari obat dan RS rujukan termasuk mencari alat kesehatan. Ia meminta agar nakes dan dokter terbuka jika terpapar Covid-19.

“Luar biasa, kebutuhan saling mendukung koordinasi dan konsolidasi sangat penting. Kami selalu ingatkan pada IDI daerah lah paling tidak. Sampaikan, kalau ada yang sakit jangan sembunyikan. Minimal sampaikan ke Ketua IDI cabang. Prioritaskan nakes dan dokter di RS. Tapi kita juga tak bisa menyalahkan RS sebab kondisinya memang sudah sulit ya,” tegas dr. Adib baru-baru ini.

“Kami dengar ada yang sudah sakit, namun beberapa kali kami dapatkan entah kapan sakitnya, enggak tahunya ada berita dia kritis dan enggak tahunya meninggal. Ini koreksi buat kita semua. Tolong kalau ada yang sakit ngomong,” tambahnya.

Menurut dr. Adib, dengan banyaknya nakes yang wafat dan terpapar, maka ia menyebut situasinya dengan istilah functional colaps. Ia berharap perlu ada penyelesaian masalah di hilir. “Kami gandeng beberapa civil society. Kami dibantu. Kondisi ini functional colaps,” katanya.

Sementara berdasarkan wilayah, kematian dokter tertinggi ada di Jawa Timur sebanyak 110 orang, DKI Jakarta 84 orang, Jawa Tengah 82 orang, Jawa Barat 78 orang, Sumatera Utara 38 orang, dan sisanya di provinsi lain. Berdasarkan jenis kelamin, dokter yang meninggal didominasi oleh laki-laki 84 persen dan sisanya perempuan.