PROKAL.CO,

Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan merevisi edaran Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level empat. Kali ini isi edarannya tak beda jauh dengan edaran PPKM Darurat. Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud memohon maaf atas hal tersebut. Dikatakan rivisi dilakukan setelah adanya Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) yang diterima Pemkot Balikpapan pada Rabu (21/7) dini hari sekira pukul 03.00 Wita.

“Kami sampaikan permohonan maaf kepada warga kota, pukul 03.00 dini hari (21/7) surat Inmendagri keluar dan diteruskan kepada pemerintah daerah. Bunyinya sama tidak berubah dengan status PPKM darurat. Artinya mengacu kembali pada PPKM Darurat level empat,” kata Rahmad.

Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Balikpapan itu menjelaskan, awalnya SE PPKM level empat keluar berdasarkan hasil rapat dengan Forkompinda bersama Presiden. Dalam pertemuan yang digelar daring tersebut disampaikan pemasalahan perkembangan kasus Covid-19 termasuk mengubah PPKM Darurat ke level empat.

Hasil pertemuan itu kemudian ditindaklanjuti oleh Pemkot Balikpapan dengan melakukan rapat lanjutan bersama unsur Forkopimda, membicarakan langkah-langkah apa yang diambil mengingat tangal 20 Juli 2021 kemarin batas akhir penerapan PPKM Darurat.
Kesimpulannya Pemkot melakukan pelonggaran. Inisiatif bersama Forkompinda agar kegiatan masyarakat bisa berangsur pulih.

Seperti membuka kembali pusat perbelanjaan atau mall, membolehkan PKL berjualan dengan batas waktu sampai pukul 20.00 Wita, hingga penyekatan. Kelonggaran tersebut kemudian dituangkan dalam surat edaran PPKM level empat yang teken Wali Kota pada 20 Juli 2021. Sebab hingga batas waktu berakhirnya SE PPKM Darurat, surat Inmendagri belum juga diterima Pemkot Balikpapan.

“Kami sudah menunggu instruksi lebih lanjut dari Inmendagri untuk menjadi acuan, namun sampai pukul 00.00 Wita (akhir masa berlaku PPKM Darurat) Inmendagri itu belum ada tembusan ke kami. Akhirnya kami berlakukan hasil diakusi bersama Forkopimda yang kemudian diedarkan hari ini,” jelasnya.