Jumlah peserta BPJS Kesehatan mandiri yang mengajukan penurunan ke kelas tiga mengalami peningkatan, menjelang rencana Pemerintah Kota Balikpapan yang akan menggratiskan iuran BPJS Kesehatan mulai Oktober 2021 ini.

“Memang untuk saat ini, ada tren peningkatan perpindahan ke kelas 3 tapi secara signifikan tidak terlalu. Yang pasti dibandingkan bulan-bulan sebelumnya ada peningkatan. Memang mau bulan sebelumnya itu nol koma sekarang belum sampai satu persen,” kata Kepala BPJS Kesehatan Kota Balikpapan Sugianto. 

Menurut Sugianto, meski terjadi peningkatan jumlah peserta mandiri yang mengajukan penurunan ke kelas 3, namun jumlah tidak signifikan karena masih di bawah 1 persen.

“Karena memang jumlah peserta mandiri kelas tiga itu cukup banyak ya ada sekitar 200.000 lebih, kemarin saya pantau yang turun kelas tiga itu sekitar 5 saja per hari. Dan memang kecil,” jelasnya.

Menurutnya, ada syarat yang diperlukan untuk perpindahan kelas bagi peserta BPJS Kesehatan mandiri di antaranya sudah satu tahun tidak melakukan perpindahan kelas.

Ia menjelaskan, sampai saat ini, pihaknya juga masih menunggu data resmi dari pemerintah kota dalam rencana pelaksanaan program BPJS Kesehatan Gratis yang ditargetkan akan mulai dilaksanakan mulai Oktober ini.

Pihaknya sampai saat ini juga masih terus berkoordinasi dengan pemerintah kota, terkait tindak lanjut rencana pelaksanaan program tersebut menyangkut kepastian data peserta yang akan dimasukan.

“Kita masih menunggu data dari pemerintah kota, baik itu dari Dinsos ataupun dari Dinkes tapi yang pasti pak wali sangat konsen untuk program ini. Intinya, kami menunggu di bulan September ini sehingga bisa direalisasikan nanti 1 Oktober. Kita juga sudah menyerahkan data-data yang diperlukan oleh pemerintah kota, dan hari ini pun kami akan berkoordinasi kembali, untuk menanyakan data yang sudah diproses karena memang kami tidak bisa serta-merta langsung masuk ke dalam database karena butuh waktu untuk melakukan pengantrean, baru nanti bisa dipergunakan,” ungkapnya. (MAULANA/KPFM)