raktik jual beli vaksin Covid-19 yang dilakukan oknum-oknum tertentu ditemukan oleh Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan.
Kepala DKK Balikpapan yang juga Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty membenarkan perihal tersebut. Dalam temuannya, vaksin dijual dengan harga Rp 315 ribu.

“Tadi malam kami mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa dalam rangka pelaksanaan vaksinasi di BSCC Dome ada penjualan atau penawaran vaksin dengan harga Rp 315 ribu,” kata Andi Sri Juliarty, Rabu (15/9).

Wanita yang akrab disapa Dio itu mengaku telah mengantongi bukti penawaran vaksin yang dimaksud. “Ada format pendaftaran dan rekaman video dari yang menawarkan kepada yang akan membeli atau membayar vaksin,” ujarnya. Ada pun oknum yang menawarkan berada di Kota Balikpapan dan dipastikan bukan bagian dari panitia pelaksanaan vaksinasi yang dilaksanakan di BSCC Dome.

“Dari pihak panitia menjamin bahwa mereka tidak terlibat dalam penjualan ini. Saya menegaskan jika ini terkait dengan panitia Muhammadiyah maka kami hentikan kerjasama ini,” ungkap Dio.

Masalah ini, lanjut wanita berjilbab itu, akan diproses secara hukum oleh pihak yang berwajib. DKK dalam hal ini sebagai pelapor. “Yang lapor ke polisi nanti Dinas Kesehatan,” ucapnya. Dio menambahkan, vaksinasi yang saat ini tengah digencarkan diberikan secara gratis dari pemerintah pusat. Namanya adalah vaksin program. Ada pun vaksin berbayar yaitu vaksin gotong royong, namun juga yang membayar adalah pihak perusahaan ke PT Bio Fafma. Artinya bukan kepada perorangan.

“Tidak ada penjualan atau pembayaran vaksin mandiri. Jadi vaksin hanya ada dua jenis, yaitu vaksin program dari pemerintah tidak berbayar dan vaksin gotong royong kerjasama antara Bio Farma, perusahaan dan rumah sakit yang ditunjuk untuk pelayanan. Yang membayar perusahaan bukan karyawan,” tandasnya. (Fredy Janu/Kpfm)