Varian baru Covid-19 jenis MU memang belum terdeteksi. Namun upaya pencegahan dini terus dilakukan oleh pemerintah, tidak terkecuali pada tingkat daerah. Di Kota Balikpapan misalnya. Pemerintah Kota melalui Dinas Kesehatan Kota (DKK) meningkatkan upaya 3T, yakni pengetesan, pelacakan, dan perawatan (testing, tracing, treatment).

Selain itu mengimbau kepada masyarakat untuk tidak abai dalam 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, enjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi.

“Cuma memang kami harapkan pengetatan di jalur-jalur internasional. Kalau sudah sampai masuk ke Balikpapan akan setengah mati penanganannya. Jadi harapan kami itu pengetatan pada pintu masuk,” kata Kepala DKK Balikpapan Andi Sri Juliarty, Jumat (17/9).

Upaya lainnya dengan gencar melakukan vaksinasi Covid-19. Kemudian dengan mengirimkan sampel Covid-19 untuk diperiksa dengan teknik whole genome sequencing (WGS) ke Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Puslitbangkes) Kemenkes.
“Sampel untuk diuji GWS tetap kita kirim. Sejauh ini sudah ada ratusan sampel, data pastinya akan saya cek lagi,” ungkap wanita yang akrab disapa Dio itu.

Pengiriman sampel tersebut, lanjut Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Balikpapan itu, dimaksudkan untuk mendeteksi dini varian baru. Termasuk varian jenis MU. “Puslitbangkes yang akan memeriksa, apakah ada ditemukan varian MU atau Delta. Jadi kami hanya mengirim saja untuk mengidentifikasi mutasi virus,” tandasnya. (kpfm)