Penemuan mayat bayi di tempat pembuangan sampah yang sempat menghebohkan warga Gunung Guntur dekat Green Valley, sudah dilakukan evakuasi dan selanjutnya dibawa RSKD Balikpapan untuk divisum.

Humas RSKD Balikpapan Dian mengatakan, penanganan penemuan mayat bayi tersebut pihaknya sampaikan untuk yang menangani kasus tersebut dari pihak kepolisian. Sementara itu Kapolsek Balikpapan Utara Kompol Danang Ari Susanto ketika dikonfirmasi pada Jumat (8/10) pihaknya sampaikan belum menemukan bukti-bukti terkait kasus tersebut.

Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengejar pelaku buang mayat bayi yang menggegerkan masyarakat, Kamis (7/10) sore. Namun polisi belum menemukan bukti-bukti yang menunjukkan terkait siapa pelaku di balik pembuangan bayi tersebut, termasuk pihaknya juga belum mendapatkan rekaman CCTV di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).  "Belum dapat, kami masih melakukan penyelidikan," jelas Kompol Danang, Jumat (8/10) siang kemarin.

Diberitakan sebelumnya, sesosok mayat bayi ditemukan dalam kondisi masih berdarah-darah, Kamis (7/10)  sore kemarin sekitar pukul 17.20 Wita. Bayi yang laki-laki yang sudah tak bernyawa tersebut ditemukan dalam bak sampah atau tempat penampungan sementara (TPS) di pinggir jalan Jalan Letjen S Parman RT 37 tepatnya  depan Apartemen Green Valley Gunung  Sari Ulu Balikpapan Tengah.

Dari pantauan Balikpapan Pos di tempat kejadian perkara (TKP), mayat bayi laki - laki posisinya di tumpukan sampah, di dalam kardus cokelat. Dari kondisinya yang masih menetaskan darah segar, bayi malang tersebut dipastikan baru lahi dan baru dibuang oleh pelaku.  Mayat tersebut ditemukan oleh seorang pemulung yang sedang mengais sesuatu di bak sampah.

Penemuan tersebut begitu cepat menyebar baik secara lisan, pesan berantai maupun di  medsos, sampai akhirnya terdengar polisi dan para relawan yang cepat datang ke lokasi kejadian.  “Dari kondisinya yang masih berdarah segar, bayi baru saja lahir kemudian dibuang,” ujar seorang relawan dari Infobencana (IB) Balikpapan.  Namun belum diketahui, apakah bayi dibuang dalam kondisi sudah tanpa nyawa atau dibuang dalam kondisi hidup lalu meninggal dunia.

Polisi  datang mengevakuasi mayat batu lalu melakukan olah TKP mencari bukti-bukti pendukung untuk mencari pelaku. Puluhan ibu-ibu dan warga sekitar berbondong-bondong ke lokasi kejadian untuk melihat langsung.

Polisi juga mencari CCTV di lokasi terdekat untuk melihat rekaman pelaku pembuang mayat bayi. “Ini bikinnya mau, merawatnya tidak mau. Sadis memang. Kasihan bayinya,”  celetuk warga saat proses pengangkatan mayat bayi. Polisi membawa mayat bayi tersebut ke RS Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan untuk divisum dan menyelidiki penyebab kematian  serta menelusuri pelaku pembuang bayi.

Belakangan diketahui, pemulung yang menemukan mayat bayi bernama Jamaludin (30). Awalnya Jamaludin sedang mengais sampah yang ada di TPS di kawasan tersebut. Jamaludin pada saat itu menemukan sebuah kardus yang dibungkus plastik warna dan kardusnya diikat dengan rafia.

Jamaludin pun membongkar kardus tersebut dengan tanpa ada rasa curiga sedikitpun, dan ketika sudah terbuka ternyata di dalamnya ada bayi laki-laki yang sudah meninggal. Jamaludin mengangkat bayi tersebut untuk memastikan bahwa itu benar-benar bayi, yang mana dirinya sempat mengira jasad bayi tersebut adalah sebuah boneka.

"Dalam kotak diikat, ada bayi laki-laki. Saya lagi mulung, ketika dalam kotak saya buka terus kuangkat kukira boneka sekalinya bayi," kata Jamaludin di lokasi kejadian saat dimintai keterangan polisi.

Dia baru sadar jika yang dipegang tersebut benar-benar bayi yang tali pusarnya belum putus. "Lalu saya panggil ibu-ibu yang lagi lari-lari sore. Saya kasih lihat, lalu dia bilang bayi, terus lapor saya ke sekuriti apartemen," pungkasnya. (jam/ono)