Dampak banjir yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Paser  yang terjadi dalam satu sepekan terakhir, membuat salah satu desa di Kecamatan Long Kali terisolir dan sulit dijangkau menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat, akibat putusnya jembatan penghubung akibat terjangan banjir. Padahal jembatan itu merupakan akses utama yang menghubungkan antar desa.

Dengan adanya permasalahan tersebut, Bupati Paser dr.Fahmi Fadli bergerak cepat untuk segera mengerahkan 1 unit helikopter untuk menyalurkan bantuan logistik ke Desa Kepala Telake, Sabtu (9/10) lalu.

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Paser, Abdul Kadir mengatakan, pengerahan helikopter tersebut merupakan  bentuk perhatian dari Bupati Paser yang tak ingin menunggu lama. "Ini atas perintah dari Pak Bupati untuk segera mendistribusikan bantuan logistik ke Desa Kepala Telake yang terisolir, menggunakan jalur udara," kata Kadir yang juga sebagai Juru Bicara Bupati Paser.

Disebutkan Kadir, bupati tidak menginginkan warganya menjadi korban akibat lambatnya pendistribusian logistik ke lokasi terdampak banjir, terkhusus pada desa yang terisolir. "Bupati tidak ingin menunggu banjir surut, karena warga sudah sangat membutuhkan bantuan logistik saat ini, apalagi pada desa yang terisolir," jelasnya.

Bahkan Wabup Paser, Hj.Syarifah Masitah Assegaf pekan lalu saat ingin mencapai Desa Kepala Telake untuk menyerahkan bantuan, harus terhenti dikarenakan putusnya jalan utama dan mau tidak mau hanya sampai di Desa Perkuin saja, karena akses menuju Desa Kepala Telake terputus.

"Karena itulah Bupati Paser akhirnya mengerahkan helikopter untuk menyalurkan bantuan ke desa yang berbatasan dengan Kalimantan Tengah tersebut," ucapnya. Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Salman yang turun ke lapangan menggunakan helikopter untuk menyalurkan bantuan logistik bagi warga desa tersebut mengatakan, hanya butuh waktu sekira 15 menit untuk sampai di lokasi menggunakan angkutan udara.

"Sementara dalam kondisi normal atau cuaca baik untuk menuju Desa Kepala Telake lewat jalur darat butuh waktu tempuh 5 sampai 6 jam dari Desa Pait, Kecamatan Long Ikis," jelasnya. Menurut Salman, logistik yang diserahkan tersebut diperkirakan cukup untuk kebutuhan warga untuk 10 hari ke depan. Helikopter yang digunakan untuk mengangkut logistik digunakan 3 kali bolak-balik. Pemkab menyewa helikopter tersebut untuk dua jam dengan biaya sewa Rp 45 juta per jam.

"Pengiriman logistik hari ini (Sabtu lalu,Red.) kemungkinan selesai tiga rit. Kalau misalnya tidak selesai, kita perpanjangan sewa," ujar Salman. Sementara itu, Kepala Desa Kepala Telake, Jumadi mewakili warga menyampaikan terimakasih atas respons cepat Bupati Paser dan jajarannya. "Kami berterimakasih kepada Bapak Bupati yang punya perhatian besar kepada warga kami," ucap Jumadi.

Ditambahkan, kalau penyaluran bantuan menunggu air surut dan perbaikan jalan, kapan warganya akan menerima bantuan. Untungnya pemkab menyewa helicopter untuk menyalurkan logistik ke desanya. "Bantuan yang diterima ini akan dibagikan kepada 62 kepala keluarga atau 225 jiwa yang meliputi 2 RT di Desa Kepala Telake. Kami pemerintah desa mewakili warga Kepala Telake menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati Paser dr.Fahmi Fadli," tutupnya. (tom/cal)