Tingkat partisipasi orang tua dalam melibatkan anaknya dalam pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas mengalami peningkatan.

"Dalam pelaksanaan PTM di minggu kedua ini, ada beberapa orang tua yang awalnya tidak mengikuti PTM, tapi pada minggu kedua ini ada mengikuti," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan Muhaimin. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan orang tua untuk mengikutkan anaknya dalam PTM terbatas meningkat. Hal ini tentunya, sangat baik dalam mendukung proses pembelajaran terutama dalam penyampaian materi esensial dan sulit seperti IPA, matematika dan hitungan.

Dia mengatakan, kalau datang ke sekolah, mereka sekarang sedang semangatnya ketemu dengan gurunya, ketemu dengan temannya. Dan yang lebih penting, pelajaran yang esensial dan sulit bisa dilaksanakan di sekolah seperti IPA, matematika dan hitungan.

"Tapi yang terpenting masih tetap sesuai arahan pak Wali, karena status PPKM di kota Balikpapan masih berada di level 2, masih menerapkan maksimal 50 persen. Tidak ada perubahan aturan," terangnya. Ia menjelaskan, bahwa pemberlakuan PTM terbatas ini, diharapkan dapat memberikan semangat kepada siswa dalam belajar. Termasuk dalam mendukung upaya pemberian pendidikan karakter kepada siswa ketika berada di sekolah.

"Alhamdulillah, sampai saat ini, belum ada temuan kluster selama pelaksanaan PTM terbatas, mudahan-mudahan jangan. Supaya anak-anak juga bisa semangat. Pendidikan karakter bisa kelihatan, karena mereka bisa melihat gurunya. Sebab ada sesuatu yang selama dua tahun ini hilang, mulai kembali," ujarnya.

Muhaimin menambahkan, bahwa berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan PPKM level 2, dari tanggal 5 hingga 18 Oktober lalu, semua berjalan dengan lancar sesuai dengan pedoman PTM terbatas yang dikeluarkan oleh Disdikbud Kota Balikpapan.

"Saya berharap bahwa cakupan vaksin di sekolah meningkatkan sehingga kepercayaan orang tua yang awalnya ragu-ragu melaksanakan PTM terbatas meningkat. Sampai dengan minggu ini, mudahan tidak ada kejadian apapun di sekolah. Tetap ekstrakurikuler belum boleh dan kantin belum boleh buka," pungkasnya.(djo/vie)