Kejahatan asusila menimpa siswi salah satu SMP di Balikpapan yang terjadi pada bulan Juni, terus diproses oleh kepolisian Polresta Balikpapan. Pada hari Selasa (19/10) siang,  korban dan ibunya melaporkan kejadian yang dialami tersebut ke unit PPA Polresta Balikpapan. Sebelumnya terkendala visum dan kemarin sudah ditindaklanjuti.

"Untuk perkara tersebut, kami dari pihak penyidik Unit PPA Polresta Balikpapan sekarang sudah menindaklanjuti, karena kemarin kami terkendala dengan hasil visum," kata Kanit PPA Polresta Balikpapan Ipda Iskandar Ilham kepada Balikpapan Pos. Polisi juga telah meminta keterangan korban dan sudah diantar ke UPTD PPA untuk konseling. "Sekarang korban sudah kami mintai keterangan dan diantar ibunya langsung ke Unit PPA. Korban sudah diantar anggota kami ke UPTD PPA Kota Balikpapan untuk dilakukan konseling," imbuhnya.

Lebih lanjut dirinya sampaikan, korban akan dikonseling 2 sampai 3 kali konseling dan akan dirawat di rumah aman Pemkot.  "Anak ini akan kami tampung di save house (rumah aman Pemkot Balikpapan) untuk lebih amanya lagi.  Supaya konselingnya tidak terpengaruh dengan lingkungan luar," jelasnya.

Pihaknya saat ini juga telah mengantongi nama nama pelaku yaitu ada dua orang. "Pelaku sudah kami kantongi, jadi kami minta pihak korban untuk bersabar, foto juga kita akan bikinkan DPO," tegasnya.

Iskandar juga sampaikan keterangan awal setelah dilakukan BAP ternyata tidak ada unsur paksaan dalam kejadian tersebut. "Tidak ada unsur paksaan, semua suka sama suka. Pun begitu karena korban di bawah umur ya tetap kena pasal perlindungan anak di bawah umur," tegasnya.

Terkait psikis korban, pihaknya tidak bisa memberikan keterangan lebih lanjut."Perubahan psikis dari korban, kami tidak bisa jelaskan karena kami bukan ahli, tapi nanti akan kami sampaikan hasilnya dari psikolog anak UPTD Balikpapan," pungkasnya. (jam/ono)