Sebanyak 27.495 vial vaksin Pfizer impor dari Switzerland tiba di Bandara Internasional SAMS Sepinggan Balikpapan, Kamis (21/10) malam. Diangkut menggunakan maskapai My Indo Airlines 2Y7711.

Vaksin tersebut selanjutnya dipindahkan terlebih dahulu pada TPS PT Birotika Semesta (DHL) untuk kemudian dikirimkan ke Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim di Samarinda. Kepala Bea Cukai Balikpapan Firman Sane Hanafiah mengatakan, importasi vaksin Pfizer dari Switzerland ini adalah yang pertama kali di Kalimantan dalam rangka mempercepat penanganan pandemi Covid-19.

“Impor vaksin ini memang untuk mendukung percepatan vaksinasi, di mana targetnya pada Desember tahun ini mencapai 70 persen,” kata Firman kepada awak media. Bea Cukai Balikpapan, lanjut Firman, memberikan fasilitas serta pelayanan segera atau rush handling bagi importasi vaksin ini.

“Impor vaksin ini juga diberikan fasilitas fiskal berupa pembebasan bea masuk, tidak dipungut PPN atau PPnBM, dibebaskan dari pungutan PPh pasal 22,” ucap Firman.

Hal tersebut sesuai dengan peraturan Menteri Keuangan Nomor 188/PMK.04/2020 tentang pemberian fasilitas kepabenan dan/atau cukai serta perpajakan atas impor pengadaan vaksin dalam rangka penanganan pandemi Covid-19. Kemudian peraturan Menteri Keuangan nomor 74/PMK.04/2021 tentang pengeluaran barang impor untuk dipakai dengan pelayanan segera atau rush handling.

Dan keputusan Menteri Keuangan nomor KM-1/WBC.16/KPP.MP.01/CVD/2021 tanggal 21 Oktober 2021 tentang pemberian fasilitas kepabeanan dan/atau cukai serta perpajakan atas impor barang untuk keperluan penanganan pandemi Covid-19 kepada Pfizer Indonesia. (Fredy Janu/Kpfm)