10 desa yang berada di Kabupaten Paser dijanjikan pada tahun 2021 akan teraliri listrik. Hingga kini baru 5 desa saja yang telah teraliri listrik. Adapun 5 desa yang belum teraliri listrik sampai dengan saat ini yakni Desa Muara Lambakan, Desa Swan Slutung, Desa Pengguren Jaya, Desa Segendang, dan Desa Rantau Atas.

Manajer Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) PLN Kaltim, Rahmatan mengatakan, kelima desa tersebut ditargetkan akhir Oktober 2021 telah rampung pengerjaan jaringan listriknya.

“Untuk Desa Swan Slutung telah selesai. Desa Pengguren Jaya dan Desa Segendang sudah memberikan tegangan pertama. Sedangkan Muara Lambakan masih terkendala imbas banjir, dan Desa Rantau Atas kini tinggal menunggu trafo yang dalam pengiriman," kata Rahmatan, Senin (25/10).

Rahmatan melanjutkan, untuk tiang listrik yang dikerjakan pada proyek 2021 telah berdiri atau terpasang. Adanya keterlambatan masuknya jaringan diakibatkan hujan dengan curah hujan cukup tinggi pada September-Oktober ini, sehingga akses menuju lokasi untuk penarikan jaringan terhambat.

"Saat mau ditarik jaringan listrik, ada banjir. Sampai saat ini selalu kami pantau apakah sudah bisa kita ke lokasi," imbuhnya. Sementara untuk tegangan pertama, kata Rahmatan, semestinya listrik telah dimanfaatkan warga. Hanya saja kendalanya apakah warga sudah siap menyambungkan hingga ke rumah. Dia pun menyarankan dapat segera memanfaatkan dengan mendaftar sesuai prosedur.

"Kalau dari kami baiknya setelah masuk langsung digunakan, tinggal daftar, maka nantinya listrik akan dipasang di rumah warga," ucapnya. Rahmatan menuturkan, selama proses pengerjaan tidak ada kendala yang terlalu signifikan. Pasalnya ada andil dari warga sekitar yang turut membantu, seperti saat pemasangan tiang.

"Kami bersyukur warga saling membantu. Ada dari warga dan juga perusahaan, khususnya penyediaan alat berat. Apabila kendaraan angkutan peralatan tidak bisa melalui jalan yang rusak di daerah tersebut," jelasnya. (tom/cal)