Musibah longsor yang menimpa jalan dan rumah warga di kawasan Jalan Sungai Wain Km 15, RT 33 Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara belum ada bantuan untuk perbaikan. Longsor tersebut menimpa kurang lebih 12 rumah yang ditempati 12 Kepala Keluarga (KK). Apabila tidak ada kepastian perbaikan dari pemerintah maka warga mengancam  akan memblokade jalan tersebut.

"Warga sekitar berencana akan memportal jalan daerah tersebut. Tapi kita masih menunggu kesepakatan RT serta tokoh masyarakat. Kita tinggal menunggu akhir bulan, kalau tidak ada kejelasan dari pemerintah kota itu akan segera kita portal," kata H. Makkulawu, Tokoh Masyarakat Sungai Wain kepada wartawan, Kamis (28/10). H. Makkulawu mengatakan, sudah setahun longsor pihaknya hanya mendapat sekali bantuan sewa rumah dan tenda. Ia menjelaskan, untuk sewa rumah senilai Rp 4,5 juta per KK. “Sekali aja itu selama enam bulan. Sedangkan sudah hampir satu tahun belum ada bantuan lagi sampai saat ini. Namun tendanya sudah dibongkar,” akunya.

Dia mengatakan, untuk saat ini warga terdampak mengungsi ke rumah kerabat terdekat. Kemudian ada juga yang masih menetap karena tidak mempunyai tempat tinggal lagi. "Termasuk salah satu warga bernama Imam  itu tidak bergeser dari situ, rumahnya bergeser tapi orangnya tetap ada disitu. Kita berharap agar segera dilakukan perbaikan, jangan lagi menunggu bahwa nanti awal tahun depan, kami mau saat ini dikerjakan," harapanya.

Sementara itu, Sodiq Ketua RT 35 Karang Joang mengatakan, bahwa sudah ada kesepakatan dari tujuh RT yang terdampak disekitar tanah longsor untuk memblokade jalan yang merupakan akses ke Kebun Raya Balikpapan (KRB), gudang amunisi, Pertamina, serta TPU Terpadu. "Intinya sekarang minta dipercepat dikerjain, ada tujuh RT sudah sepakat kalau seandainya akhir bulan ini belum ada realisasi untuk pengerjaan atau reaksi pemerintah untuk dilakukan pengerjaan. Maka  mau diportal," akunya.

Untuk itu, Dirinya meminta kepada pemerintah agar segera ditindaklanjuti. Sebab masih melihat warga yang mengungsi akibat rumah yang sudah tidak bisa dihuni lagi. "Sejauh ini hanya melihat foto. Setelah itu tidak ada kunjung datang lagi, ada apa sampai seperti itu. Kenapa tidak ada realisasi dari dulu, Kasian juga sekarang warga semakin lama, semakin hilang rumahnya," tandasnya.

Ketua Forum Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Balikpapan Utara, Budi Irawan mengaku bahwa anggaran dana tak terduga (DTT) sudah ada dari periode Wali Kota Rizal Effendi, akan tetapi hingga sekarang belum ada realisasinya. "Apakah anggaran itu dilempar ke lain, sebenarnya inikan program bencana itukan ada DTT itu dikemanakan, jangan sampai masyarakat jadi resah, masyarakat disitu dirugikan dengan adanya dana yang terbengkalai dana yang tak karuan kemana arahnya," tambahnya. (djo/vie)