Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mempunyai misi untuk memajukan pendidikan, yaitu menciptakan sumber daya manusia yang mempunyai akhlaqul karimah atau budi pekerti yang luhur. Hal itu disampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setprov Kaltim Muhammad Jauhar Efendi pada saat melakukan penutupan kegiatan Duta Pelajar Sadar Hukum jenjang SMA/SMK/SLB yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan provinsi dan Kejati Kaltim,  Rabu malam (3/11) di Balikpapan.

Jauhar menjelaskan, Pemprov Kaltim mengalokasikan dana sebesar Rp 160 miliar untuk beasiswa Kaltim Tuntas setiap tahun kepada para pelajar berprestasi yang ada di Kaltim. Termasuk salah satu yang dilaksanakan oleh Pemprov Kaltim adalah dengan memberikan bantuan kepada para pelajar SMK Sederajat yang menjadi juara Duta Sadar Hukum kali ini.

"Ini para juara ini, dengan sarat apabila mengambil prodi ilmu hukum kami dorong dan kami berikan bantuan beasiswa sampai selesai. Inilah sebenarnya tujuan jangka panjangnya tercapai," kata Muhammad Jauhar Efendi usai kegiatan. Selain itu dirinya yang mewakili Gubernur Kaltim berharap kepada para pelajar yang terpilih bisa memberikan Edukasi kepada teman-temannya tentang pentingnya sadar hukum. "Bagaimana bisa menjadi kan mereka taat kepada aturan norma dan penegakan hukum,  itu yang penting," imbuhnya.

Jauhar juga menjelaskan, bahwa para siswa yang mendapatkan beasiswa bisa kuliah di dalam negeri. Dan dari kuota yang ada sudah terpenuhi. Sementara itu Kadisdik Kaltim Anwar Sanusi mengatakan bahwa dengan adanya kegiatan tersebut sudah diterapkan di sekolah. Dan diharapkan nantinya peserta akan menyampaikan kepada teman-temannya terkait sadar hukum terutama dalam berkomunikasi.

Kepala Kejati Kaltim Deden Riki Hayatul Firman SH menyampaikan agar para pelajar bisa sadar hukum, dan duta yang ada bisa membantu pemerintah dalam hal ini Kejati untuk bisa menyosialisasikan kepada para pelajar yang lain. (jam/ono)