Sial benar nasib seorang staf administrasi  kontraktor berinisial AN (22). Dia dihajar satpam yang berjaga di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Balikpapan saat sedang mengurus tagihan pembayaran proyek.   Korban adalah karyawan  CV Jaya Risky. Kasus pemukulan tersebut  berbuntut pajang karena pihak kontraktor tidak terima dan melaporkan kepada polisi.

"Kami telah melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian dan sudah masuk Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Informasi yang saya dapat dari Kanit Jatanras Polresta Balikpapan, hari ini mau dikoordinasikan bersama timnya untuk melakukan penjemputan kepada oknum satpam DPU," ujar Penanggung jawab CV Jaya Risky sekaligus keluarga korban Iwan Setiawan Batubara kepada Balikpapan Pos, Rabu (10/11) kemarin.

Ia menjelaskan, kasus pemukulan terjadi pada hari Selasa (9/11) pukul 13:30 Wita. Awalnya AN ingin bertemu dengan pejabat Bidang SDA atau Drainase DPU Kota Balikpapan. Karena ada berkas yang harus ditandatangani. Saat ingin menemui pejabat Bidang SDA atau Drainase DPU, pejabat tersebut sedang tidak berada di kantor. “Sehingga staf saya (AN) menelepon saya. Lalu saya bilang tunggu aja di situ sampai beliau datang,” ujar Iwan.

Sekitar 10 menit kemudian AN  menelepon Iwan mengatakan bahwa dikeroyok dan dihajar oleh satpam DPU. “Lalu saya meluncur ke DPU, rupanya AN sudah dikejar pelaku sampai depan BSCC Dome, kemudian ditolong sama gojek. Selanjutnya saya membawa masuk AN ke dalam mobil untuk diamankan. Di dalam mobil,  AN masih saja dikejar oleh satpam DPU. Kemudian dari DPU saya melapor ke Polresta Balikpapan,” imbuh Iwan.

Disebutkan Iwan,  satpam yang mengejar AN lebih dari dua orang. Di depan DPU ada CCTV, maka CCTV itu nanti akan menjadi barang bukti. “Hasil visum sudah keluar dan kondisi AN lagi sakit di bagian kepala dan muka lebam akibat dipukul," ungkap Iwan Setiawan.

Dirinya menambahkan, awalnya AN di pukul karena menunggu di lantai atas dekat dengan ruang pejabat yang akan ditemui. Tetapi oknum satpam menyuruh AN untuk menunggu di bawah saja. AN meminta tetap menunggu di lantai atas agar jika pejabat yang ingin ditemui datang bisa tahu.

"AN datang ke DPU karena tugas dari saya, bukan datang mau buat keributan. Wajar jika kami datang untuk menagih, tapi kenapa diperlakukan seperti itu. Seharusnya kami yang marah karena lama betul baru mau dibayar. Apalagi DPU merupakan pelayan publik yang harus mengayomi masyarakat. Tapi kenapa di dalamnya seperti preman,"  tutur Iwan.

Kepala DPU Kota Balikpapan Muhammad Andi Yusri Ramli saat dikonfirmasi Balikpapan Pos mengatakan, saat kejadian tersebut berada di kantor, tetapi tidak tahu kalau ada keributan. “Saat saya keluar dari ruangan salah satu staf mengatakan bahwa tadi barusan ada kejadian perkelahian,” ujar Yusri.

Dia mengatakan, pemicunya karena staf adminstrasi CV Jaya Risky menunggu di lantai atas, tapi disuruh menunggu dibawah  oleh satpam. Sebab harus sama seperti yang lainnya, jika ingin menunggu harus di lantai bawah. “Untuk saat ini kasusnya sudah ditangani oleh pihak berwajib. Semoga kasus ini segera selesai," harap Yusri. (djo/ono)