Kasus pengeroyokan dan pemukulan  seorang staf kontraktor yang dilakukan satpam Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan, Selasa (9/11) siang  bakal panjang. Karena si satpam terduga pelaku tidak tinggal diam. Setelah dilaporkan ke Polresta Balikpapan, dia melaporkan  balik staf kontraktor yang dikeroyok dan dipukulinya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polresta Balikpapan Kompol Rengga Puspo Saputro.

"Masih dalam proses penyidikan. Dua-duanya saling melapor. Korban orang sipil melapor, dari satpam juga melapor karena dipukul juga sama korban," kata Rengga Puspo Saputro,  Kamis (11/11).

Rengga menjelaskan, bahwa korban lebih dahulu melakukan pemukulan terhadap satpam DPU. "Korban mulai duluan mukul, lagi proses kita dalami lagi fakta-faktanya," jelasnya.

Lebih lanjut Rengga menyampaikan, pihaknya telah menerima dua laporan yaitu dari pihak sipil yaitu staf kontraktor dan juga mendapatkan laporan dari pihak satpam DPU dan pihaknya belum menetapkan tersangka.

"Ada dua laporan, yang pertama warga sipil. Yang kedua satpam DPU. Kami masih proses penyidikan," tegasnya. Rengga menambahkan lagi, awal terjadi pengeroyokan adalah terjadi cek cok diantara mereka. "Ini awal juga ada cekcok dan saling memukul," imbuhnya.

"Jadi saya tegaskan ya, jadi ada dua laporan. Dari pihak korban warga sipil yang dipukul satpam dan ada juga laporan yang kedua pihak satpam yang mengaku dipukul oleh orang sipil ini juga. Jadi kami lakukan penyidikan dua duanya," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang staf administrasi  kontraktor berinisial AN (22) dihajar satpam yang berjaga di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Balikpapan saat sedang mengurus tagihan pembayaran proyek.   Korban adalah karyawan  CV Jaya Risky. Kasus pemukulan tersebut  berbuntut pajang karena pihak kontraktor tidak terima dan melaporkan kepada polisi.

"Kami telah melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian dan sudah masuk Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Informasi yang saya dapat dari Kanit Jatanras Polresta Balikpapan, hari ini mau dikoordinasikan bersama timnya untuk melakukan penjemputan kepada oknum satpam DPU," ujar Penanggung jawab CV Jaya Risky sekaligus keluarga korban Iwan Setiawan Batubara kepada Balikpapan Pos, Rabu (10/11).

Ia menjelaskan, kasus pemukulan terjadi pada hari Selasa (9/11) pukul 13:30 Wita. Awalnya AN ingin bertemu dengan pejabat Bidang SDA atau Drainase DPU Kota Balikpapan. Karena ada berkas yang harus ditandatangani. Saat ingin menemui pejabat Bidang SDA atau Drainase DPU, pejabat tersebut sedang tidak berada di kantor. “Sehingga staf saya (AN) menelepon saya. Lalu saya bilang tunggu aja di situ sampai beliau datang,” ujar Iwan.

Sekitar 10 menit kemudian AN  menelepon Iwan mengatakan bahwa dikeroyok dan dihajar oleh satpam DPU. “Lalu saya meluncur ke DPU, rupanya AN sudah dikejar pelaku sampai depan BSCC Dome, kemudian ditolong sama gojek. Selanjutnya saya membawa masuk AN ke dalam mobil untuk diamankan. Di dalam mobil,  AN masih saja dikejar oleh satpam DPU. Kemudian dari DPU saya melapor ke Polresta Balikpapan,” imbuh Iwan.

Kepala DPU Kota Balikpapan Muhammad Andi Yusri Ramli saat dikonfirmasi Balikpapan Pos mengatakan, saat kejadian tersebut berada di kantor, tetapi tidak tahu kalau ada keributan. “Saat saya keluar dari ruangan salah satu staf mengatakan bahwa tadi barusan ada kejadian perkelahian,” ujar Yusri. Dia mengatakan, pemicunya karena staf adminstrasi CV Jaya Risky menunggu di lantai atas, tapi disuruh menunggu dibawah  oleh satpam. Sebab harus sama seperti yang lainnya, jika ingin menunggu harus di lantai bawah. “Untuk saat ini kasusnya sudah ditangani oleh pihak berwajib. Semoga kasus ini segera selesai," harap Yusri. (jam/ono)