Perlu solusi cepat dan konkret untuk menyelesaikan kerusakan Jalan Soekarno-Hatta.

 

BONTANG–Insiden maut terjadi di Jalan Soekarno-Hatta, Kamis (25/11), sekitar pukul 19.18 Wita. Pengendara skuter matic bernopol KT 6214 DW bernama Abdul Karim, meninggal. Babinsa Bontang Lestari Sertu Darman mengatakan, korban yang berdomisili di Teluk Pandan ini berasal dari arah kota menuju Bontang Lestari.

“Kondisi jalan gelap, korban jatuh di jalan berlubang, pas lubang pertama di Jalan Soekarno-Hatta sebelum TPA,” ungkapnya.

Korban mengalami luka parah di bagian kepala. Sebelum terjatuh dan membentur aspal, dia sempat menghantam median jalan. Pihak Satlantas Polres Bontang pun telah melakukan olah tempat kejadian perkara, Jumat (26/11) pagi.

Kasat Lantas AKP Edy Haruna mengungkapkan, belum bisa membeberkan berapa rata-rata kecepatan kendaraan yang digunakan korban. Sejumlah saksi yang menolong korban pun baru dimintai keterangan. “Dari hasil olah TKP, ini out of control, korban ini diduga mengantuk, dan kecepatannya tinggi,” ungkapnya.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Abdul Malik prihatin dengan kejadian ini. Menurut dia, harus ada keputusan segera dari Pemkot Bontang untuk memperbaiki jalan tersebut. Mengingat akses itu dinilai padat. Sebab, sehari ada sekitar 2.500 kendaraan yang melintas. Baik dari lingkup ASN, masyarakat umum, hingga kendaraan perusahaan.

“Saya mendesak pemkot untuk segera mengambil langkah yang cepat, tepat, dan akurat. Jangan sampai ada jatuh korban lagi,” terangnya.

Komisi III DPRD sebelumnya telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. Mulai dari Hubungan Darat Pemprov Kaltim dan Balai Pemeliharaan Jalan Nasional. Berdasarkan saran mereka, status jalan ini agar tetap menjadi ranah Pemkot Bontang. Supaya bisa rutin dalam pemeliharaannya.

“Karena kalau diambil provinsi atau nasional, pemeliharaannya bergantung kucuran anggaran,” tutur dia.

Komisi III juga sebelumnya mendesak wali kota untuk mengeluarkan diskresi. Tetapi dari pihak pemkot belum ada kesepakatan. Saat ini, kondisi beban jalan tidak sebanding dengan muatan kendaraan yang melintas. Dipandangnya perlu ada langkah segera.

Apakah membangun jalan industri lainnya atau ada design ulang terhadap Jalan Soekarno-Hatta tersebut. “Saya minta ada segera rapat gabungan. Dipimpin ketua dewan dan memanggil Setkot Bontang,” tutur politikus PKS itu.

Dia menilai, ada langkah untuk kendaraan perusahaan dilewatkan melalui jalan hauling. Skemanya tentu ada perjanjian bisnis. Karena ia menilai dari sisi tonase itu mencukupi dibanding menggunakan jalan kota itu.

Selain itu, dia meminta Pemkot Bontang untuk memasang penerangan jalan umum di Jalan Soekarno-Hatta. “PJU itu penting untuk kenyamanan pengendara,” pungkasnya. (*/ak/ind/k8)