Melandainya angka harian Covid-19 di wilayah Kaltim termasuk Balikpapan membuat Pem­prov Kaltim segera menjadwalkan pembelajaran tatap muka (PTM) bagi siswa SMA/SMK sederajat di Kaltim dengan syarat cakupan vaksinasi guru dan siswa telah mencapai 75 persen.

“Kalau vaksinasi guru dan siswan­ya sudah di atas 75 persen silahkan melakukan pembelajaran secara tatap muka,” kata Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi, kepada awak media, di sela-sela kunjungan rom­bongan Komisi IX DPR RI, di Hotel Novotel Balikpapan, (25/11).

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil rapat koordinasi yang dilaksanakan oleh Pemprov Kaltim terkait PTM SMK/SMA sederajat, bahwa ada empat syarat yang wajib dipenuhi oleh seko­lah untuk membuka kembali PTM. Per­tama, sekolah yang bersangkutan wajib membatasi jumlah pertemuan dengan siswa maksimal 50 persen. Kedua, jum­lah guru yang telah diberikan vaksinasi mencapai 75 persen. Ketiga, jumlah siswa yang dilibatkan harus dibawah 50 persen dari kapasitas ruang. Keem­pat, sekolah yang bersangkutan wajib menggunakan kurikulum darurat, se­lama pelaksanaan pembelajaran se­cara PTM terbatas.

 “Jadi yang diajarkan itu yang penting-penting saja dulu. Dan harus bersama. Untuk yang tidak bisa, bisa meng­gunakan zoom aja dulu,” terangnya. Hadi menambahkan, dirin­ya tidak tahu persis berapa sekolah yang sudah men­gajukan permohonan PTM. Namun melalui kebijakan ini, seluruh sekolah yang mampu memenuhi syarat tersebut sudah bisa mulai melakukan PTM.

“Saya kurang tahu per­sis berapa kabupaten/kota yang sudah mengajukan un­tuk PTM ini, kita sudah ada rekomendasi. Jadi selama ini dipenuhi silakan saja mengge­lar PTM. Sekarang pun bisa,” pungkasnya. (djo/vie)