Jumlah kasus ketenagakerjaan di Kota Balikpapan dilaporkan mengalami penurunan di tahun 2021.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Balikpapan Ani Mufidah mengatakan, kasus sengketa ketenagakerjaan oleh Dinas Ketenagakerjaan terus mengalami penurunan.

Dari laporan yang saat ini ditangani oleh Dinas Ketenagakerjaan, hingga Oktober 2021 ini, tercatat ada sekitar 47 kasus ketenagakerjaan yang ditangani. Terjadi penurunan jumlah kasus ketenagakerjaan dibandingkan tahun 2020 lalu, yang tercatat mencapai 80 kasus yang ditangani oleh Dinas Ketenagakerjaan.

“Kasus perselisihan turun di tahun 2021, berdasarkan data sampai Oktober ini, ada 47 kasus. Turun dibandingkan tahun 2020, yang tercatat mencapai hampir 80 kasus setahun,” kata Ani kepada wartawan, Senin (29/11).

Menurut Ani, dari sejumlah kasus ditangani oleh Dinas Ketenagakerjaan, sebagian besar merupakan terkait masalah pemutusan hubungan kerja (PHK) dan perjanjian kerja antara pekerja/buruh dengan pengusaha untuk mengadakan hubungan kerja dalam waktu tertentu atau untuk pekerjaan tertentu atau PKWT.

“Untuk tahun ini, kasusnya beragam, ada yang ijazahnya ditahan, ada yang PHK dan PKWT berakhir tapi yang pekerja merasa harus ada pesangon,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa perusahaan yang bersangkutan diperbolehkan mengurangi besaran pesangon, apabila hasil audit terhadap perusahaan yang bersangkutan terbukti merugi. Sesuai dengan PP 35 terkait aturan pemutusan hubungan kerja, alih daya, WKWI. (MAULANA/KPFM)