Permasalahan infrastruktur yang ada di Kabupaten Paser hingga saat ini masih menjadi masalah yang paling kompleks dialami masyarakat. Salah satunya yang berada di Desa Krayan Bahagia, Kecamatan Long Ikis.

Kepala Desa (Kades) Krayan Bahagia, Iwan Himawan mengatakan, jalan lingkungan desa, jalan usaha tani, drainase serta jembatan penghubung antar RT dan antar desa butuh perhatian khusus dari Pemkab Paser.

"Mayoritas masyarakat kami berkebun sawit, sementara kami memiliki kendala dari jalan usaha taninya. Kalau dijumlahkan kurang lebih sekitar 30 kilometer panjang jalan tersebut dan itu merupakan akses masyarakat untuk mengeluarkan hasil perkebunan mereka," kata Iwan, Minggu (5/12).

Iwan menerangkan, tentunya pihak desa tidak akan mampu membangun kalau hanya mengandalkan dari anggaran desa. Butuh perhatian yang khusus dari pemerintah daerah.

"Artinya sumber dana tersebut harus dari kabupaten, kalau dari dana desa aja tidak akan mampu," ujarnya. 

Terdapat jalan penghubung yang di bawahnya memakai box culvert tepatnya antara RT 8 dan RT 9, menurut Iwan makin memprihatinkan. Pasalnya jalan itu dilewati kendaraan bermuatan. Apabila hal tersebut tidak segera ditanggulangi, dikhawatirkan jalan tersebut akan ambles dan putus, sehingga bisa melumpuhkan akses antar RT dan desa

"Kami membutuhkan dana taktis atau dana tanggap darurat untuk segera memperbaiki jembatan tersebut, karena jembatan tersebut menghubungkan antar desa," imbuhnya.

Iwan berharap permasalahan infrastruktur yang berada di desanya segera ditanggapi oleh pemerintah daerah, baik dari pihak legislatif maupun eksekutif. Pasalnya, apabila tidak segera ditanggulangi, jalan bakal semakin parah.

"Dengan adanya Ketua DPRD Paser Pak Hendra Wahyudi yang reses ke desa kami belum lama ini, kami harapkan segera dapat ditindaklanjuti permasalahan yang ada di desa kami," harapnya. (tom/cal)