KELOMPOK Kerja (Pokja) Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Malang menyatakan, sudah melaporkan kasus kebutaan usai vaksinasi Covid-19 ke lembaga internasional yang bertanggung jawab terhadap vaksin tersebut. Kasus itu terjadi pada salah seorang warga Kota Malang.

Ketua Pokja KIPI Malang Ariyani seperti dilansir dari Antara di Kota Malang mengatakan, data lengkap terkait kasus yang menimpa Joko Santoso, 38, telah dikirimkan ke lembaga internasional yang berwenang. Hal itu untuk melakukan kajian terkait kasus tersebut.

”Kami, dari pokja, komda, dan komnas, telah mengirimkan secara lengkap kasus ini ke internasional, kita tidak berhenti di sini. Sehingga, lembaga internasional yang berwenang ikut mengkaji,” kata Ariyani.

Joko Santoso mengalami kebutaan pasca vaksinasi Covid-19 pada 3 September. Awalnya, dia mengikuti program vaksinasi Covid-19 menggunakan vaksin AstraZeneca di kediaman ketua RW setempat. Pada malam harinya, penglihatan Joko agak kabur. Saat itu, dia mengira kaburnya pandangan mata tersebut karena mengantuk.

Keesokan harinya saat terbangun dari tidurnya, Joko tidak bisa melihat apapun. Pandangan matanya Joko gelap. Akibat kejadian itu, istri Joko, Titik Andayani, 35, melaporkan hal itu kepada ketua RW. Joko langsung dibawa ke rumah sakit.

Ariyani menjelaskan, hingga saat ini berdasar laporan, sangat jarang terjadi kasus kebutaan usai melakukan vaksinasi. Selain itu, hingga saat ini belum ada satu literatur yang menyatakan bahwa kebutaan yang dialami Joko, diakibatkan oleh vaksin.

”Laporan seluruh dunia mengenai kasus penglihatan hilang akibat vaksin sangat jarang. Tidak banyak dilaporkan. Saat ini, belum ada satupun literatur yang mengatakan (kebutaan) ini disebabkan oleh vaksin,” papar Ariyani.

Pelaporan kepada lembaga internasional terkait kasus yang dialami Joko tersebut, merupakan prosedur standar yang harus dilakukan. KIPI yang terjadi baik ringan maupun berat di luar kasus Joko, juga dilaporkan pokja dan komnas.

”Memang itu urutannya. Komnas KIPI memiliki kewajiban untuk melaporkan ke organisasi internasional yang bertanggung jawab terhadap vaksin tersebut,” terang Ariyani.

Tim dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saiful Anwar Malang menyatakan, Joko telah menjalani serangkaian pemeriksaan medis untuk mencari penyebab hilangnya penglihatan pasien usai vaksinasi. Dari hasil pemeriksaan lengkap, Joko didiagnosis mengalami peradangan saraf mata, yang biasa di sebut neurotis optik.

Tim dokter juga melakukan sejumlah langkah terapi untuk pasien, yang pada akhirnya memberikan perkembangan cukup baik. (jpc/han)