Ratusan koperasi di Kota Balikpapan dinyatakan berstatus tidak aktif, karena tidak melaksanakan rapat anggota tiga tahun berturut-turut dan atau tidak melaksanakan kegiatan usaha.

Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian Kota Balikpapan Adwar Skenda Putra yang akrab disapa Edo mengatakan, bahwa berdasarkan data tercatat ada sekitar 550 koperasi yang terdaftar di Kota Balikpapan. Dari data koperasi tersebut, hanya sekitar 478 koperasi yang dikategorikan aktif. Bahkan yang aktif melakukan rapat anggota tidak sampai 50 persen.

"Sekarang itu baru sekitar 30 persenan aja yang melakukan rapat anggota, kalau tidak melakukan rapat anggota selama tiga tahun berturut-turut, itu tidak aktif namanya. Sebab arwahnya koperasi itu adalah rapat anggota. Kalau dia tidak rapat anggota berarti tidak sehat koperasi itu. Kepengurusannya tidak aktif," ujarnya kepada Balikpapan Pos, Selasa (7/12).

Ia menjelaskan, bahwa banyak jumlah koperasi yang tidak aktif ini, dilatarbelakangi oleh banyaknya koperasi yang dibentuk hanya untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah. Sedangkan pembentukan koperasi sangatlah mudah termasuk dalam pengurusan badan hukumnya.

Di menuturkan, koperasi ini banyak dibentuk karena banyak bantuan, besar bantuannya ratusan juga. Dan saat itu, membentuk koperasi itu sangat mudah, cukup ikut sosialisasi saja sudah bisa terbentuk koperasi. Sangat mudah.

"Tapi tidak mudah untuk menindaklanjuti akan membubarkan koperasi yang tidak aktif, karena selain berbadan hukum, pembubaran koperasi harus melalui berita acara terutama menyangkut hutang piutangnya. Sehingga dalam menertibkan keberadaan koperasi ini, pihaknya hanya menerapkan sanksi administrasi kepada koperasi yang bersangkutan.

Edo menambahkan, kita hanya memberikan sanksi administrasi, jadi kita tidak melayani kalau minta rekomendasi atau surat keterangan. Kalaupun ada yang menanyakan perihal koperasi tersebut, kami akan nyatakan tidak aktif. Dan kami himbau kepada orang mau jadi anggota itu tidak usah, karena koperasinya tidak sehat," ujarnya.

"Pihaknya berencana akan meningkatkan kembali peran koperasi ini dengan menyiapkan sejumlah program agar kembali aktif.Program ini akan dimulai pada tahun 2022 mendatang. Makanya mau kita genjot di tahun depan, realisasinya dan 5 tahun terakhir itu harus dapat 50 persen," tutupnya. (djo/han)