Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud melakukan peninjauan terhadap warga yang menjadi korban kebakaran di Kelurahan Baru Ilir, Kecamatan Balikpapan Barat, pada pada Minggu (19/12) pagi.

Dalam kunjungan tersebut Wali Kota Rahmad Mas’ud didampingi sejumlah pimpinan OPD, anggota DPRD, Camat Balikpapan Barat, Lurah Baru Ilir, serta Ketua LPM Baru Ilir. Kedatangan suami Hj Nurlena ini untuk melihat kondisi posko bantuan serta warga yang tertimpa musibah kebakaran. Wali Kota sempat berdialog dengan warga yang tertimpa musibah kebakaran di lokasi penampungan.

“Bagaimana kondisinya? Kalau ada yang diperlukan silakan komunikasikan ke posko. Terutama soal makanan, jangan sampai ada yang  kelaparan,” kata Wali Kota Rahmad Mas’ud kepada warga yang berada di penampungan. Beliau meminta kepada warga yang tertimpa musibah kebakaran untuk tetap sabar sebab dirinya pernah mengalami hal serupa pada tahun 1985 di Kampung Baru.

“Saya tahu dan paham sekali kondisi mereka. Untuk itu saya minta kepada mamat dan lurah untuk selalu memenuhi kebutuhan para pengungsi, terutama soal makanan dan keperluan balita terutama susu formula,” ujar Rahmad.

Mengenai tempat tinggal pengungsi, lanjut Rahmad warga bisa memanfaatkan Wisma Patra sebab Pemkot sedang berupaya melakukan komunikasi dengan Pertamina selaku pemilik lahan.

“Kami upayakan komunikasi dengan Pertamina. Kedepan warga yang tertimpa musibah kebakaran akan dibantu Pemkot untuk uang sewa selama setahun,” aku Rahmad.

Menurut Rahmad, sesuai informasi dari Camat Balikpapan Barat sumbangan yang terkumpul telah mencapai Rp300 juta lebih akan dibagi secara merata bagi korban kebakaran per kepala keluarga (KK).

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga mengingatkan kepada warga agar tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) walaupun kasus harian Covid-19 di Kota Balikpapan telah mengalami penurunan drastic hingga O kasus. Seperti  memakai masker, rajin mencuci tangan dan tetap menjaga jarak.

“Kita sama-sama tetap menjaga prokes. Jangan sampai kasus covid-19 mengalami kenaikan. Aplagi saat ini sudah muncul varian baru covid Omicorn,” ujarnya. Sekadar diketahui kebakaran terjadi di kawasan padat penduduk di wilayah Jalan Gunung Polisi, Kelurahan Baru Ilir, Balikpapan Barat sedikitnya ratusan rumah warga terdampak kebakaran.

“Data sementara rumah yang terbakar belum dapat kami pastikan, namun perkiraan ada ratusan rumah yang terdampak dalam musibah ini,” ucap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan Suseno kepada awak media, Rabu (15/12).

Selain itu, dari data laporan BPBD Balikpapan, sebanyak 670 jiwa dari 223 kepala keluarga yang tersebar di tiga RT, yakni RT 44, RT 45, dan RT 47, terdampak kebakaran tersebut.

“Total ada 670 jiwa yang terdampak di kawasan itu yang tersebar di 3 RT,” ujar Suseno. Suseno menjelaskan kobaran api terjadi Rabu (15/12) pada pukul 12.40 Wita. Api diduga berasal dari salah satu rumah warga yang ditinggalkan pemiliknya dalam kondisi listrik masih menyala. “Dugaan sementara, konseling listrik, dari rumah yang di tinggalkan penghuninya, namun lebih jelas masih menunggu hasil penyelidikan polisi,” akunya. Tidak terdapat korban jiwa akibat musibah kebakaran tersebut. (net/djo/vie)