Pemerintah Kota Balikpapan akan melakukan pemantauan secara ketat terhadap pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM)100 persen di seluruh sekolah.

Hal itu dilakukan untuk mencegah adanya potensi penyebaran virus corona pada saat pelaksanaan PTM di sekolah di tengah pandemi Covid-19, yang dapat memunculkan cluster baru.

“Mudah-mudahan dengan pembelajaran tatap muka ini tidak menimbulkan klaster-klaster baru,” kata Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud ketika meninjau pelaksanaan PTM terbatas di SD YBSU Balikpapan, Selasa (11/1).
Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan PTM terbatas di sejumlah sekolah yang telah dimulai sejak 10 Januari 2022 lalu, berjalan dengan normal.

Pelaksanaan PTM ini, lanjut Rahmad, diharapkan dapat menambah semangat anak-anak untuk belajar karena bisa kembali berkumpul bersama teman-temannya.

“Alhamdulillah berjalan normal, kita berharap tatap muka ini menambah semangat anak-anak untuk belajar bersama teman-teman mereka berkumpul,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan kepada masing-masing sekolah agar tetap menjaga disiplin protokol kesehatan dengan tetap memakai masker serta mencuci tangan, yang diwajibkan kepada seluruh warga sekolah.

“Kita juga ingatkan, terutama kepala sekolah dan guru-guru, prokes tetap kita jalankan, tetap memakai masker serta mencuci tangan. Kita ingatkan kepada anak-anak,” pungkasnya.

Ketika ditanya apakah akan dilakukan penambahan jam belajar siswa, karena saat ini durasi masih dibatasi, ada dua jam dan tiga jam? Rahmad mengungkapkan bahwa pihaknya masih melihat terlebih dahulu bagaimana perkembangan penyebaran Covid-19 di Kota Balikpapan.

“Ini kan proses pembelajaran yang baru. Kita lihat dulu perkembangan. Kalau toh tidak ada klaster atau apa tetap berlanjut. Kita berharap ini (PTM) tetap berlanjut terus,” ungkapnya. (MAULANA/KPFM)