Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud selaku Ketua Satgas Covid-19 Kota Balikpapan memastikan bahwa pelaksanaan PTM (Pembelajaran Tatap Muka) tetap dilakukan secara terbatas pada masa pemulihan pandemi Covid-19.

Meski kapasitas siswa yang dilibatkan dalam pelaksanaan PTM telah ditambah menjadi 100 persen di seluruh sekolah ada yang di Kota Balikpapan, namun dalam pelaksanaannya akan tetap dibatasi terutama menyangkut jam belajar di sekolah misalnya SD untuk kelas kecil 2 jam, lalu untuk kelas besar 3 jam. Sedangkan SMP 4 jam pelajaran.

“Kalaupun yang dilaksanakan PTM pada minggu depan tetap dilaksanakan tidak secara penuh, tetap dilaksanakan secara terbatas. Pelaksanaannya itu tidak mutlak full, tapi dibatasi jam belajarnya,” kata Rahmad kepada wartawan, Kamis (13/1).

Ia menerangkan pihaknya menjadwal akan mengevaluasi pelaksanaan PTM terbatas 100 persen, yang telah dilaksanakan sejak 10 Januari 2022 lalu, pada pekan depan. “Untuk pelaksanaan PTM kita akan evaluasi setelah 1 minggu, kalau misalnya tidak ada permasalahan karena persyaratan dan memungkinkan bagi kita untuk melaksanakan PTM kita lanjutkan,” ujarnya. Selain itu, Rahmad menambahkan berdasarkan hasil evaluasi liburan natal dan tahun baru 2022, dipastikan masih dalam kondisi aman ditemukan ada beberapa cluster baru.

“Hasil evaluasi kita aman-aman saja, walaupun ada beberapa cluster yang coba kita telusuri, mudah-mudahan tidak menambah kelas terbaru.Hal tersebut berupa 1 cluster keluarga yang ditemukan pasca pelaksanaan liburan tahun baru,” tambahnya. (MAULANA/KPFM)