Pemerintah Kota Balikpapan telah menetapkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2022 sebesar Rp 850 miliar.

"Target PAD untuk tahun ini mengalami peningkatan menjadi Rp 850 miliar. Untuk mencapai target tersebut kami akan mencoba untuk melaksanakan inovasi program terkait dengan updating data di sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)," kata Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah Retribusi Daerah (BPPDRD) Kota Balikpapan, Haemusri Umar kepada Balikpapan Pos, Rabu (19/1).

Ia menjelaskan, karena 67 persen itu hasil dari pajak daerah sebesar Rp 631 miliar. Jadi untuk 34 persennya akan dibagi, seperti pendapatan lain-lain, pengelolaan kekayaan yang dipisahkan dan retribusi daerah.

“Jadi yang besar itu dari pajak daerah,” terangnya.

Dia menuturkan, konsentrasi pemerintah kota dalam hal ini BPPDRD kota Balikpapan, itu fokus kepada Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). “Jadi nanti kita fokus kesana, sebab bagaimana proses pembayaran bagi wajib pajak itu bisa melakukan pembayaran secara online,” akunya.

Menurutnya, ETPD dilakukan untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan anggaran secara digital. Selain itu, guna membiasakan transaksi digital bagi masyarakat serta ASN.

"Maka itulah nanti kita terapkan, agar tidak terjadi kebocoran, begitu juga dengan retribusi parkir agar tidak terjadi kebocoran kita akan menerapkan elektronifikasi transaksi. Sedangkan target retribusi parkir untuk tahun ini sebesar Rp 4 miliar,” terangnya.

Haemusri pun berharap, adanya hal tersebut bisa dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat, sehingga perubahan ke arah lebih baik untuk Kota Balikpapan dan semoga bisa segera terealisasi.

"Masa pandemi ini bukan penghambat untuk berinovasi, sehingga pendapatan asli daerah dapat meningkat, kami  optimis jika hal tersebut dilakukan maka PAD Kota Balikpapan akan tercapai," pungkasnya. (djo/vie)