Sampai saat ini belum ada tanda-tanda DPRD Balikpapan membahas soal calon Wakil Wali Kota (Wawali) Balikpapan pengganti almarhum Thohari Aziz. Diduga pimpinan parpol pengusung malas-malasan mengajukan nama calon lantaran jabatan wawali terlalu singkat karena akan berakhir 2024 sehingga beberapa parpol pengusung lebih fokus mengurus calon anggota legislatif (caleg) yang akan bertarung di pemilihan legislative (pileg) 2024.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud mengatakan dirinya masih menunggu usulan nama dari partai politik pengusung terkait calon Wakil Wali Kota (Wawali) Balikpapan pengganti almarhum Thohari Aziz. "Katanya mereka (partai pengusung) masih menyusun nama siapa-siapa yang akan diusulkan menjadi bakal calon wakil wali kota," kata Rahmad ketika dikonfirmasi wartawan di Aula Kantor Balai Kota, Kamis (20/1).

Dia menjelaskan, sesuai dengan mekanisme dan aturan, maka partai pengusung yang terlebih dahulu mengajukan nama kepada dirinya. Kemudian nama-nama yang terkumpul dari masing-masing partai pengusung akan dipilih sebanyak dua nama untuk kemudian disampaikan ke DPRD Kota Balikpapan. Untuk selanjutnya dilanjutkan, dilakukan pemilihan melalui mekanisme legislatif.

Ia menuturkan, nanti dari beberapa nama tersebut pihaknya seleksi lagi, yang sejalan dengan kita nanti ada dua yang kita akan ajukan ke DPRD. Jadi itu aturan mainnya.

"Hingga saat ini, dirinya belum mengetahui siapa saja calon yang diusulkan oleh masing-masing partai pengusung, karena masih dalam proses pembahasan. Yang mengusulkan itu kan nanti ada beberapa partai," terangnya.

"Sejauh ini saya belum tahu. Karena semua partai pengusung berhak untuk menunjukkan nama-nama calon Wakil Wali Kota. Jadi tidak ada batasan waktu terkait proses penentuan calon Wakil Wali Kota,” terangnya. Namun Rahmad memastikan, pihaknya akan segera melakukan proses apabila sudah ada nama calon dari partai pengusung. Apabila sudah ada nama  baru kita seleksi.

Diketahui sesuai dengan surat arahan dari Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Nomor 132/8067/OTDA pada tanggal 9 Desember 2021, pengisian jabatan dilakukan melalui mekanisme pemilihan oleh DPRD Kota berdasarkan usulan dari Partai Politik atau gabungan Partai Politik pengusung. Partai Politik atau gabungan Partai Politik pengusung mengusulkan dua orang calon kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah melalul Wali kota, untuk dipilih dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Pengisian kekosongan jabatan Wakil Bupati atau Wakil Walikota dilakukan jika sisa masa jabatannya lebih dari 18 bulan terhitung sejak kosongnya jabatan tersebut. (djo/vie)