Lokasi pemakaman korban Covid-19 di Km 15, Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara seluas 6 hektar khususnya di kawasan perbukitan mulai terjadi longsor akibat curah hujan yang tinggi belakangan ini.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan Sudirman Djayaleksana mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi  dengan tim Satgas Covid-19 kota Balikpapan, dan beberapa instansi terkait lainnya agar segera dilakukan perbaikan. Sehingga kondisi tidak semakin parah.

Ia menjelaskan, pihaknya telah melakukan berkoordinasi dengan Tim Satgas, dan teman-teman yang terlibat dalam tim, agar hal itu bisa kita ajukan dalam Dana tidak Terduga (DTT). Karena secara anggaran itu tidak masuk dalam anggaran murni.

"Sebab sebelumnya makam dan taman itu ada Disperkim. Sehingga berdasarkan kondisi tersebut kita mencoba usulkan untuk dilakukan perbaikan," kata Sudirman kepada wartawan Balikpapan Pos. 

Sudirman mengusulkan agar dilakukan penataan ulang kawasan pemakaman pasien Covid-19 tersebut.  Karena ada beberapa  bagian yang perlu diperbaiki berupa penyiringan hingga drainase.

"Soalnya kalau tidak segera diperbaiki dikhawatirkan makam-makam ini akan terjadi longsor," terangnya.

Menurutnya, luas pemakaman Covid-19 saat ini tercatat mencapai 6 hektar yang terdiri dari 3 hektar merupakan lahan dibuka di awal pandemi, lalu 3,7 merupakan lahan tambahan yang baru dibuka tahun 2021 lalu.

Sudirman menambahkan, dari total jumlah pemakaman terpadu di km 15 yang tercatat mencapai  60 hektar. Untuk saat ini, total lahan pemakaman Covid-19 yang sudah terpakai tercatat mencapai 4,5 hektar.

"Dengan kondisi saat ini, dengan jumlah kasus Covid-19 yang terus menurun, diperhitungkan lahan yang tersedia ini akan cukup hingga akhir tahun, tapi kalau memang nanti ada peningkatan dapat dilakukan penambahan lahan lagi," pungkasnya. (djo/vie)