Bencana alam masih menghantui warga Kota Beriman. Sejumlah wilayah dilanda tanah longsor, salah satunya warga Jalan Taruna Sari 2 RT 63 nomor 51 kelurahan Gunung Sari Ilir, Kecamatan Balikpapan Tengah yang menjadi korban dari longsor.

Ahad (20/3), puluhan warga dan sejumlah relawan gotong royong untuk membantu warga yang terkena musibah tersebut. Salah satu anak korban bernama Anita mengatakan, akibat terkena longsoran tanah, rumahnya hancur dan tidak harga yang tersisa karena tertimbun tanah. Longsor terjadi pada Rabu (16/3) sekira pukul 22.00 Wita, merupakan yang kedua kalinya dari longsoran tanah milik warga lain yang posisinya berada di atas rumah orangtua Anita.

Anita saat ditemui di lokasi longsor mengatakan bahwa longsor yang kedua kalinya tersebut ada salah satu keluarga yang tinggal di dalam rumah. "Pada saat kejadian ada satu orang dalam rumah tante saya atas nama Mujiatun. Alhamdulillah bisa selamat. Sejak kejadian itupun pemilik  bangunan tidak ada itikad baiknya," kata Anita, Minggu (20/3).

Menurutnya pemilik tanah tersebut tidak ada itikad baik kepada para korban dan juga tidak ada komunikasi kepada para korban termasuk sudah dilakukan mediasi di kantor kecamatan. "Sudah dilakukan mediasi di kantor kecamatan dia melanggar komitmennya untuk mengirimkan 10 orang tukang, yang ada hanya satu orang tukang saja membantu. Ini saksinya semua pak, yang pekerja teman kantor saya, tidak ada bantuan sama sekali dari pemilik cafe atas nama Welmon," bebernya.

Anita menlanjutkan, akibat longsor rumahnya hancur dan rata dengan tanah, tidak ada barang barang yang bisa diselamatkan, termasuk ada beberapa surat surat penting yang masih tertimbun longsoran bangunan. Termasuk motor miliknya pun juga ikut hancur tertimpa bangunan. Dalam evakuasi rumahnya terkendala banyak hal, termasuk tanah dan batu gunung yang tebal menutupi bangunan.

Dirinya hanya bisa berharap bantuan itikad baik dari pemilik ruko cafe. “Harapan saya mau dia mau bertanggung jawab sepenuhnya kerugian harta benda yang dialami saya dan keluarga saya, terus penggantian yang dia janjikan kaya sewa rumah sementara dan kami minta dibangunkan rumah lagi beserta isinya lengkap," harapnya. Dirinya juga berharap ada bantuan dari pemerintah untuk evakuasi rumahnya yang sudah ludes agar bisa dibangun dan ditempati lagi. (jam/ono)