Rumah orangtua Anita bernama Ita Mulyati di RT 63 Kelurahan Gunung Sari Ilir yang menjadi korban longsoran tanah dari atas,  menyebabkan rumahnya rata dengan tanah dan semua harta benda juga tertimbun.

Beberapa diantaranya adalah surat-surat berharga, motor, tv, kulkas, serta barang berharga lainnya. Selain itu uang tabungan umroh yang ditabung dalam beberapa tahun ini ikut tertimbun reruntuhan bangunan dan tanah. Pada hari Sabtu (19/3) dan Minggu (20/3) dari teman Anita dan para relawan sempat melakukan evakuasi rumah dan sudah menemukan beberapa surat berharga. Namun hingga hari Senin (21/3) ketika dilakukan evakuasi uang hasil tabungan untuk umroh belum ditemukan.

"Ada ijazah, surat rumah, BPKB motor, sebagian lainnya sudah yang ketemu. Ada uang umroh ibu saya, tabungannya. Kan orang tua biasa nyimpan di dalam rumah, uang tabungan belum ketemu,' kata Anita di lokasi longsor, kemarin siang.

Sementara itu Ita Mulyati yang merupakan pemilik rumah mengatakan hingga Senin ini uang tabungan umrohnya yang teetimbun reruntuhan bangunan belum ditemukan.

"Sampai saat ini belum ditemukan, ketimbun semua, tapi kami mengiklasnya jika tidak ketemu," kata Ita, Senin (21/3). Ita menceritakan uang hasil tabungannya diperkirakan sudah mencapai 23 juta rupiah, jika mau berangkat umroh tinggal nambah sedikit lagi. Dirinya secepatnya ingin segera berangkat umroh dengan hasil uang tabungan selama 2 tabun dan pemberian dari anak-anaknya yang ditabung.

"Dikasih saya kumpulkan, saya kepingin umroh. Niat saya pingin umroh, yang penting uang ketemu baru umroh," imbuhnya. Terkait bangunan rumah yang rata dengan tanah, dirinya tidak terlalu memikirkan untuk membangun kembali, hanya saja dia pingin segera berangkat umroh. "Saya pingin kayak gitu, segera berangkat umroh. Dari anak juga nabung untuk umroh," pungkasnya. (jam/ono)