Hingga saat ini pelaku pembunuhan seorang wanita di Gunung Rambutan, Kelurahan Kuaro Kecamatan Kuaro, beberapa waktu yang lalu belum menemukan titik terang. Pasalnya minimnya saksi maupun petunjuk lainnya untuk melanjutkan proses penyelidikan. Korban berinisial M dan berusia 37 tahun.

Kapolres Paser AKBP Kade Budiyarta, S.I.K, melalui Kasat Reskrim AKP Supriyadi mengatakan, pihak kepolisian hanya mendapatkan saksi penemuan jasad korban pertama kali yang telah kaku bersimbah darah. Saksi tersebut merupakan teman dekat korban yang tidak ada kaitannya dengan peristiwa pembunuhan tersebut.

"Untuk saksi yang membantu dalam proses pengungkapan kasus tidak ada sama sekali. Jadi pihak kepolisian masih belum menemukan titik terang," kata Supriyadi saat dikonfirmasi (24/3) lalu.

Sampai saat ini aparat masih terus melakukan penyelidikan, serta mengumpulkan petunjuk yang mengarah ke pelaku. Informasi sekecil apapun bakal dijadikan petunjuk untuk melanjutkan proses penyelidikan. Selain itu, lokasi peristiwa pembunuhan sangat jauh dari tempat tinggal warga setempat. Korban pun tinggal seorang diri.

"Saat olah TKP (tempat kejadian perkara,Red.) petugas juga menemukan tisu bekas, serta terdapat bercak sperma di bagian tubuh korban saat dilakukan visum," akunya.

Korban telah dimakamkan pihak kepolisian pada 14 Maret lalu, setelah mendapatkan persetujuan dari pihak keluarga yang ada di Probolinggo, Jawa Timur. "Untuk memakamkan korban, kami membutuhkan waktu, karena memang tidak ada keluarganya yang tinggal di sini. Setelah berkomunikasi dan ada pernyataan keluarga, korban dimakamkan di sini," jelasnya.

Diketahui, M ditemukan tewas pada 12 Maret 2022 lalu sekira pukul 08.00 Wita. Dari hasil identifikasi Tim Inavis Polres Paser, di tubuh korban ditemukan beberapa bekas luka, akibat hantaman benda tajam.

Terdapat luka sayatan pada bagian wajah, lima luka tusukan di bagian punggung, satu luka tusuk di bagian dada sebelah kiri, dan satu luka tusuk di bagian lengan korban. (tom/cal)