Pemerintah Kota Balikpapan melakukan lelang ulang proyek renovasi bangunan Pasar Pandan Sari tahun 2022 ini sebab gagal lelang pada tahun 2021 lalu.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Arzaedi Rachman mengatakan, saat ini proses lelang proyek Pandansari tengah berlangsung.

Ia menerangkan bahwa nilai proyek yang dilelang pada tahun ini, tidak berbeda dengan tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp 1,3 miliar. Mencakup pengerjaan pelataran depan gedung pasar.

Menurut Arzeadi, pelaksanaan lelang pada tahun sebelumnya terpaksa ditunda karena  ada masalah pada analisa harga satuan, yang harus menyesuaikan dengan Peraturan Menteri PU. Sehingga waktu yang tersisa juga tidak mencukupi, dari jadwal lelang yang baru mulai pada Oktober 2021.

"Waktu tidak mencukupi, karena memang untuk penerapan aturan tersebut membutuhkan waktu untuk disosialisasikan. Sehingga kita konsultasikan apakah memang diperbolehkan menggunakan aturan yang lama," kata Arzaedi kepada Balikpapan Pos, (24/3).

Dia menyampaikan, bahwa dengan penyesuaian ini tentunya harga atau nilai proyek yang akan dilelang tidak berubah pada tahun ini dengan tahun sebelumnya. Karena kebijakan ini hanya merubah analisa harga satuan dari nilai proyek yang akan dikerjakan.

"Kalau perhitungan awal untuk pengerjaan renovasi pasar ini tercatat membutuhkan biaya hingga Rp 40 miliar. Untuk lelang yang saat ini nilainya tercatat mencapai Rp 1,3 miliar untuk kegiatan renovasi pelataran depan," terangnya.

Dirinya menambahkan, jadi saat ini masih proses lelang, jika proses lelang sudah selesai, maka akan dilakukan pengerjaan fisiknya. (djo/vie)