Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota  Baikpapan Yaser Arafat menerima kunjungan dari Yang Berhormat (YB) Menteri di Jabatan Perdana Menteri Malaysia (Hal Ehwal Sabah dan Serawak) Datuk Sri Panglima Dr Maximus Johnity Ongkili, di Hotel Grand Senyiur, Selasa (29/3). 

Kedatangan pejabatan dari Malaysia tersebut untuk bersilaturahmi dengan Kadin Balikpapan dan Kadin Kaltim.

"Potensi bisnis akan terjalin dalam rangka menyambut IKN, suka tidak suka ketika IKN jalan maka yang terjadi seluruh Dubes-Dubes termasuk Malaysia akan pindah ke IKN Nusantara," ujar Yaser di sela-sela pertemuan.

Menurutnya, Balikpapan menjadi salah satu kota penyangga IKN mendapat tawaran Kerjasama berbagai bidang dari Pemerintah Malaysia.

"Malaysia dan Indonesia satu rumpun dan kami ingin kerjasama di banyak bidang guna mendukung pembangunan IKN. Seperti sektor kesehatan, pendidikan, hingga sektor budaya," ujar Datuk Sri Dr Maximus Johnity Ongkili.

Diakui  Maximus, Balikpapan terbatas untuk lahan perkebunan dan pertanian sehingga kemungkinan pihaknya akan bekerjasama di sektor jasa sebab Balikpapan merupakan kota jasa, industri, perdagangan dan pariwisata.

"Ada 3 sektor yang Kadin tawarkan yaitu sektor properti, pendidikan, dan sektor hospital internasional," ujar Yaser

Alasanya, kata Yaser, karena Kota Balikpapan memiliki lahan tidur di dua daerah yaitu Balikpapan Utara dan Balikpapan Timur sehingga lahanya bisa dimanfaatkan untuk pembangunan properti, Pendidikan dan rumah sakit.

“Kalau sudah banyak properti maka yang dibutuhkan sektor pendidikan seperti Universitas Internasional setara Cambridge University Malaysia Society (CUMaS) yang banyak anak-anak Balikpapan berkuliah.

Kemudian lanjut Yaser, setelah sektor pendidikan harus ada Rumah Sakit Internasional (RSI) dibangun di Kota Minyak Balikpapan. 

"Tentu ini bisa menarik investor, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan perekonomian masyarakat sehingga akan menambah pendapat asli daerah (PAD) Kota Balikpapan," pungkasnya. (oky/vie)