Warga RT 9 Kelurahan Kariangau Kecamatan Balikpapan Barat beberapa hari terakhir terganggu dengan debu berbahaya akibat aktivitas penggalian batu bara. Penggalian batu bara tersebut terdeteksi di wilayah Kariangau,  terjadi di akhir bulan Maret 2022, di lahan bekas sekolah yang sudah direlokasi.

"Sudah satu minggu lebih (aktivitas penggalian batu bara,red), debunya menyusahkan warga," ungkap warga yang tidak ingin namanya disebutkan ini.

Untuk diketahui, PT KRN adalah perusahaan pengolahan minyak hasil sawit yang menggunakan bahan bakar batu bara untuk operasional produksinya. Ketika dikonfirmasi terkait aktivitas penggalian batu bara, pihak KRN melalui stafnya menegaskan bahwa kegiatan tersebut adalah bukan pertambangan batu bara.  "Kami tidak melakukan penambangan," jawab Budi selaku Humas PT KRN dengan singkat.

Dari pantauan Balikpapan Pos di lapangan,  masih terlihat beberapa alat berat dan terpantau tumpukan batu bara menggunung dekat  PT KRN  menaruh stok batu bara mereka sebelum digunakan sebagai bahan bakar.

Menanggapi hal ini LSM Lingkar Daya Konservasi Alam (Lingdaka) telah melakukan investigasi di lapangan, dan hasilnya akan dituangkan dalam laporan ke Penegakan Hukum (Gakkum) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

"Kami sudah lakukan investigasi di lapangan dan hasilnya akan kami tuangkan dalam laporan resmi kami ke Gakkum LHK, biar nanti mereka yang putuskan apakah aktivitas ini ada izinnya atau tidak, melanggar hukum atau tidak. Laporan ini juga akan kami tembuskan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar tidak ada oknum yang coba "bermain mata" dalam masalah ini," ungkap Ketua Umum Lingdaka Imam Mutaji SE. (moe/ono)