Peristiwa pagar “maut” tempat penampungan sampah  di Jl Pipit III RT 11 Kelurahan Gunung Bahagia Balikpapan Selatan yang roboh pada Jumat (1/4) lalu menjadi perbincangan warga sekitar yang turut sedih dan sangat menyayangkan kejadian tersebut. 

Di mana seorang bocah kelas 3 SD  bernama Andi Lutfi Hidayat (9) meninggal tertimpa pagar tempat penampungan sampah. Korban adalah warga RT 13 Kelurahan Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan.  Saat kejadian, korban langsung dilarikan ke rumah sakit oleh warga sekitar, namun nyawa anak tersebut tidak tertolong.

Lurah Gunung Bahagia Qomar Setiawan bersama staf Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, siang kemarin menyambangi rumah almarhum Andi Lutfi untuk memberikan santunan. Keluarga korban diwakili oleh Sulaiman.

Lurah Qomar mengatakan bahwa pihak keluarga saat ditemui sudah mengikhlaskan kepergian korban karena menganggap sebagai musibah. "Anaknya tertindih pagar karena gandoli pagar. Robohnya pagar ke dalam area tempat depo penampungan sampah. Artinya human error. Keluarga mengikhlaskan, bahwa ini musibah," kata Qomar kepada Balikpapan Pos, Minggu (3/4).

Dia menambahkan, sebenarnya kondisi pagar masih baik. Namun untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan lagi, Qomar meminta agar pagar tetap posisi dirobohkan. "Biar aman sampai menunggu instruksi dari DLH Kota Balikpapan," imbuhnya.

Qomar menambahkan, di tempat kejadian akan dipasang spanduk peringatan agar warga dan anak-anak tidak beraktivitas di dekat pagar depo penampungan sampah.  “Kelurahan bersama DLH Kota Balikpapan turut prihatin serta peduli dengan memberikan santunan kepada keluarga korban di RT 13 yang tinggalnya tidak jauh dari lokasi kejadian,” ujar Qomar.

Diberitakan sebelumnya, pagar depo tempat pembuangan sampah (TPS) di Jalan Pipit III RT 11 Kelurahan Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan, Jumat pagi (1/4), memakan korban nyawa. Menjelang bulan suci Ramadan 1443 H, seorang bocah bernama Andi Lutfi Hidayat (9) masih sekolah kelas 3 SD, meninggal dunia karena tertimpa pagar besi tempat pembuangan sampah yang sangat berat. Pagar tersebut ambruk dan menimpa Andi Lutfi karena tidak ada pengamannya.

Menurut keterangan dari warga yang berada di lokasi kejadian yang kebetulan rumahnya gandeng dengan tempat sampah, korban saat itu sedang naik pagar besi berwarna hitam yang sudah mulai berkarat tersebut. "Kejadiannya dia manjat. Pas dia mau naik, pagarnya ambruk meninpa korban," kata Aulia warga RT 11 Kelurahan Gunung Bahagia, kepada Balikpapan Pos.

Lebih lanjut Aulia mengatakan, mengetahui hal tersebut warga yang melihat langsung memberikan pertolongan korban yang tertimpa pagar, selanjutnya dibawa ke rumah sakit. "Ada bapak-bapak yang nolongin dia, kejadian jam 7 an pagi. Pas di sini tadi masih bernafas, lalu dibawa ke rumah sakit pakai mobil pikap," imbuhnya.

Menurut warga sekitar bernama Yono, korban diketahui merupakan anak yang baik. "Anaknya rajin ke masjid salat, kalau bulan Ramadan selalu membantu di masjid untuk buka puasa bareng. Anaknya sangat baik," katanya. Dirinya juga tidak menyangka ada kejadian tersebut. Dan berharap pagar tempat sampah diperbaiki agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Sementara itu Ketua RT 11 Kelurahan Gunung Bahagia Siti Aminah (59) setelah mendengar kejadian langsung mendatangi TKP. Menurutnya anak-anal memang sering main di sekitar bak sampah. Menurutnya pagar yang ada memang sudah bertagar dan dia berharap agar segera ada perbaikan lebih lanjut dari pihak berwenang. “Ini kejadian yang sangat menyedihkan kita semua. Pagar itu fasilitas umum, tetapi sangat membahayakan anak-anak. Buktinya sudah memakan korban nyawa anak-anak. Saya sangat berharap pemerintah memperbaikinya sehingga aman bagi warga sekitar, terutama anak-anak,” ujarnya. (jam/ono)