Dinas Sosial (Dinsos) Kota Balikpapan terus berikan pembinaan kepada anak jalanan (anjal) dan gelandangan-pengemis (gepeng) di Kota Balikpapan. "Untuk anjal dan gepeng biasanya kita lakukan pembinaan dan memberikan motivasi saja," kata Kabid Rehabilitasi dan Sosial Dinsos Kota Balikpapan, Tukiyo kepada Balikpapan Pos, Minggu (3/4).

Ia menjelaskan, anjal dan gepeng hanya dilakukan pendataan dan pengembalian ke daerah asalnya. Seperti hasil penertiban yang dilakukan Satpol PP kota Balikpapan.

Menurutnya, Satpol PP kota Balikpapan yang melakukan razia anjal dan gepeng. Selanjutnya anjal dan gepeng mendapatkan pembinaan dari Dinsos Kota Balikpapan."Kita hanya mengikuti saja, karena yang merazia itu Satpol PP, karena yang mempunyai kewenangan penegakan Perda itu di Satpol PP," terangnya. Dia menuturkan, setelah Satpol PP berhasil mengangkut para anjal dan gepeng, tugas berikutnya jatuh pada Dinas Sosial.

Anjal dan gepeng akan mendapatkan asesmen dari Dinsos ke tempat penampungan. "Jadi akan kami gali data dan informasi anjal dan gepeng satu persatu. Masing-masing orang nanti ada hasil assessment dari assessment tersebut kita akan kembalikan anjal dan gepeng kepada keluarganya," tuturnya. Selanjutnya apabila anjal dan gepeng tidak memiliki keluarga, maka Dinsos akan berkoordinasi dengan panti perlindungan kota Samarinda.

Dirinya menambahkan, jadi nanti panti perlindungan Kota Samarinda bisa memberikan pendidikan yang layak dan keterampilan. "Dalam pembinaan di panti perlindungan tersebut, para anjal dan gepeng akan mendapatkan pelatihan keterampilan dan pembentukan karakter juga," ujarnya.

Namun, menurut Tukiyo, bahwa keluarga adalah tempat terbaik untuk pembentukan karakter dan rehabilitasi para anjal dan gepeng. (djo/vie)