Para sopir truk tronton yang biasanya mengangkut kontainer semakin sadar dan tidak ada pelanggaran atas pemberlakuan aturan beroperasi pada jam malam sesuai dalam surat edaran (SE) Wali Kota Balikpapan.

Hal itu terlihat di pos penjagaan simpang tiga Batu Ampar arah eks pelabuhan Somber, tidak ada truk besar besar yang melintas kecuali truk molen dan juga truk pengangkut BBM yang memang diperbolehkan melintas selama 24 jam.

Dan di lokasi pos penjagaan terlihat beberapa petugas dari Dishub masih melaksanakan apa yang menjadi tugasnya dengan terus mengawasi bila terjadi tindakan pelanggaran.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub)  Kota Balikpapan Elvin Junaidi  mengatakan penjagaan di pos-pos yang ada terus dilaksanakan. Setelah adanya SE walikota yang baru sudah tidak ada pelanggaran lalu lintas.

"Alhamdulillah gak ada sudah, karena kan aspirasi mereka juga terserap, jadi tidak ada pelanggaran yang berarti," kata Elvin Junaidi kepada Balikpapan Pos, Senin (4/4).

Hanya saja menurut Elvin, ada sopir dari luar daerah yang tidak mengetahui aturan yang ada sehingga harus berputar balik. "Itu saja yang kita cegat,  kita putarkan.  Tetapi dalam daerah sudah ada organisasinya, jadi sudah efektif juga mereka menyampaikan, dan aspirasi mereka juga yang kita tuangkan dalam aturan," bebernya.

Lebih lanjut Elvin meminta bersama Aptrindo kepada para pengusaha truk untuk tetap taat aturan yang ada karena sosialisasi dirasakan berhasil. "Makanya itu kita minta jaga bersama karena surat edaran itu timbul karena adanya kecelakaan di Muara Rapak. Kita berharap tidak akan terjadi lagi. Sopir sopir juga menyadari itu, mudah mudahan kejadian itu tidak terulang," imbuhnya.

Selain itu Elvin menerangkan, kendaraan yang boleh lewat di siang hari hanyalah kendaraan yang kosong saja harapannya agar tidak terjadi kecelakaan akibat rem blong akibat melebohi kapasitas muatan. "Beberapa kali terjadi itu dikarenakan rem blong yang diakibatkan muatan yang berlebihan, over loading," pungkasnya. (jam/ono)