Beberapa pekan terakhir, harga jual daging sapi di Kota Balikpapan mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Harga jual daging sapi di Kota Balikpapan dilaporkan tembus hingga Rp 170 ribu per kilogram. Kondisi ini tentunya menjadi beban bagi masyarakat khususnya umat muslim yang akan merayakan hari raya Idul Fitri setelah satu bulan berpuasa. 

Untuk menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DP3) Kota Balikpapan Heria Prisni mengatakan bahwa kenaikan harga daging sapi ini dipengaruhi oleh harga sapi yang naik dari pemasok. Kenaikan harga ini, tidak hanya terjadi pada pasokan daging sapi segar, namun juga berlaku untuk daging sapi beku impor.

“Kita terima itu memang harganya sudah naik, biasanya kita terima itu dari Sulawesi 35 sekarang sudah 38,5.Kemudian yang daging impor juga naik juga, misalnya seperti kerbau ya yang dulu itu biasanya di bawah Rp100.000 sekarang sudah enggak ada yang di bawah Rp100.000. paling murah itu Rp103.000,” kata Heria ketika wawancarai wartawan, Kamis (7/4).

Ia menyampaikan bahwa pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa dalam upaya menurunkan harga daging sapi, karena memang harga sapi dari pemasoknya yang naik. Meski demikian, pihaknya akan toko tani di Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DP3) Kota Balikpapan yang akan menjual daging sapi dengan harga lebih murah. Harga yang ditawarkan oleh toko tani akan sama dengan harga di Rumah Potong Hewan (RPH).

“Itu yang kami bisa bantu tapi kalau menurunkan harga kami tidak bisa karena memang harga dasarnya juga sudah tinggi. Jadi yang kami lakukan adalah memotong sedikit mata rantai sehingga masyarakat bisa langsung beli di RPH tidak beli di pasar,” ujarnya.

Melalui toko tani ini, masyarakat bisa memesan daging sapi mulai tanggal 11 hingga 28 April 2022. Daging sapi yang sudah dipesan dapat diambil sesuai hari yang diperlukan oleh pembeli. “Kalau ada masyarakat yang mau pesan sapi yang nanti mereka akan terima di RPH. Jadi masyarakat itu bisa beli sekilo dulu, tinggal nanti terserah nanti kapan terimanya di RPH,” jelasnya. (MAULANA/KPFM)