Badan Ang­garan (Banggar) DRPD Paser memanggil para organisasi perangkat daerah (OPD) ter­kait, untuk menggelar rapat membahas terkait capaian kinerja pendapatan pada doku­men LKPj Bupati Paser Tahun Anggaran 2021, bertempat di ruang rapat Bapekat Sekretariat DPRD Paser, Rabu (6/4) lalu.

Dalam rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPRD H.Abdullah didampingi perwakilan Pemk­ab Paser Asisten Pemerintah­an dan Kesejahteraan Rakyat Romif Erwinadi itu, dihadiri para anggota Banggar, yakni M.Saleh, Hendrawan Putra, Ikhwan Antasari, Ahmad Rafi’i, Eva Sanjaya, Basri Mansur, Indra Pardian, Dian Yuniarti, serta M.Ramli S Bakti.

Dari hasil rapat tersebut, Abdullah mengatakan, terdapat beberapa item yang ditindaklan­juti oleh Banggar. Yakni tentang penarikan retribusi.

Retribusi memang ada yang naiknya cukup signifi­kan sampai 100 persen lebih yang menjadi pertanyaan, dan juga memang ada yang agak turun.

“Yang agak naik itu retribu­si di RSUD Panglima Sebaya yaitu mencapai Rp 200 M lebih. Dari penjelasan Dirut RSUD Dokter Kamal, sempat kami tanyakan apakah target retribusinya rendah. Ternyata kenaikan tersebut diakibat­kan karena kasus Covid-19 yang sangat tinggi saat itu,” kata Abdullah.

Disebutkan, penarikan krusial juga terkait den­gan tempat hiburan malam (THM) di Paser. Dia men­gakui selama ini belum ada perda yang mengatur terkait aktivitas THM tersebut. Ada beberapa ditemukan THM yang cukup mengganggu, diantaranya yang berada di depan rumah sakit. Ternyata dari penjelasan OPD terkait sempat menarik retribusi ke­pada THM tersebut.

“Kami tadi sampaikan bahwa kalau memang dile­galkan, silakan perda-kan. Artinya pemda buat perda, usulkan kepada kami. Jangan tanggung-tanggung, karena nanti kalau tanggung jadinya gantung, akhirnya nanti ada temuan di lapangan yang ti­dak kita inginkan. Tapi tadi sudah ditindaklanjuti pemer­intah daerah untuk disampai­kan kepada sekda,” jelasnya.

Abdullah menambah­kan, DPRD meminta ke­pada pemkab untuk segera menghentikan aktivitas THM tersebut selama bu­lan Ramadan, setelah itu dibicarakan kembali terkait perda yang mengatur itu, serta apakah mau dilanjut atau tidak keberadaan THM tersebut.

“Kalau mau disetop jangan ditarik retribusi, pokoknya hentikan dulu selama bulan Ramadan ini. Setelah Rama­dan baru dibicarakan kem­bali,” tandasnya. (tom/cal)