Warga Jalan Yos Sudarso Desa Senaken Kecamatan Tanah Grogot dibuat heboh akibat ulah warga berinisial J (40) yang mengamuk dan menikam anggota keluarganya dengan sebilah badik pada Kamis (2/6) sore.

Atas kejadian tersebut diketahui 3 orang menjadi korban, 2 diantaranya mengalami luka sabetan 1 orang mengalami luka tusukan yang saat ini sedang dalam perawatan di RSUD Panglima Sebaya Tanah Grogot Kabupaten Paser.

Kapolres Paser AKBP Kade Budiyarta melalui Kasat Reskrim Polres Paser AKP Supriyadi mengatakan, pelaku saat ini sudah berhasil diamankan di Mapolres Paser namun  sampai saat ini belum dapat dimintai keterangan atas perbuatan yang dilakukannya.

"Pelaku ketika ditanya oleh petugas hanya diam saja dan menjawab dengan kata kata yang tidak jelas, indikasi sementara pelaku ini dalam keadaan kerasukan belum sadar seutuhnya," kata Supriyadi saat ditemui di ruangannya, Jumat (3/6).

Supriyadi melanjutkan, pihak kepolisian mencurigai pelaku melakukan hal tersebut karena pengaruh obat-obatan terlarang dan pengaruh minuman keras, namun setelah dilakukan pemeriksaan hasilnya negatif.

Perwakilan dari keluarga pelaku juga telah memberikan keterangan, bahwa pelaku ini sering melakukan ritual pemanggilan roh dengan menggunakan sebilah badik yang dipergunakan untuk melukai para korban.

"Sebilah badik yang digunakan untuk melukai para korban itu merupakan media si pelaku saat melakukan ritual pemanggilan roh," ujarnya.

Pihak keluarga pelaku kata Supriyadi, meminta kepada pihak kepolisian untuk memberikan kesempatan, kepada pihak keluarga untuk melakukan pengobatan tradisional kepada si pelaku, pengobatan tersebut dilakukan langsung oleh ayah pelaku sendiri.

"Pihak keluarga meminta kepada kami agar pelaku diobati secara tradisional, pelaku ini kata  keluarganya habis menerima ilmu gaib yang berasal dari ayahnya sendiri," ujarnya

Supriyadi melanjutkan, sedangkan 3 korban sendiri untuk sementara masih dalam perawatan intensif di RSUD dan belum dapat juga dimintai keterangan atas kejadian tersebut, namun para korban tidak keberatan atas perbuatan yang dilakukan pelaku, pasalnya korban merupakan ayah mertua, paman dan keluarga pelaku sendiri yang hendak menahan pelaku pada saat mengamuk. "Yang jadi korban ini bapak mertuanya, pamannya dan sanak keluarganya dan syukurnya masih selamat sampai saat ini," jelasnya.

Supriyadi menambahkan, untuk sementara ini pelaku masih dalam proses pengobatan tradisional, pihak kepolisian juga telah berkordinasi dengan pihak RS Jiwa di Samarinda jika pelaku ini memerlukan perawatan kejiwaan.

"Saat ini kami belum dapat menetapkan pelaku ini sebagai tersangka karena keadaan pelaku yang seperti itu, apakah kasus ini akan dilanjutkan ke ranah hukum atau selesai dengan kekeluargaan, kami masih menunggu keputusan dari pihak keluarga dan korban," tambahnya.(tom/han)