Adanya kegiatan antar jemput karyawan perusahaan, yang menggunakan bus di beberapa titik yang ada di pusat pemerintahan Kabupaten membuat berbagai keluhan muncul dari masyarakat sekitar.

Diketahui sampai saat ini, bus antar jemput karyawan perusahaan saat ini terlihat tidak memiliki tempat khusus antar jemput karyawan.

Bahkan mereka menggunakan beberapa tempat yang ruas jalannya  cukup sempit untuk melakukan aktifitas penjemputan karyawan, sehingga rawan akan terjadinya insiden.

Dengan adanya keluhan warga tersebut, Camat Tanah Grogot Muhammad Guntur mengajukan surat penertiban kendaraan operasional pada Dinas Perhubungan Kabupaten Paser.

"Kami melihat hal tersebut perlu ditertibkan segera, karena sudah ada aduan dari masyarakat dan mengingat kondisi ini cukup membahayakan pengguna jalan lain," kata M Guntur, Rabu (27/7). 

Ia pun mengaku acap kali mendapati  bus angkutan karyawan berhenti di tepi jalan untuk menaikkan dan menurunkan karyawan perusahaan. Bahkan di ruas jalan yang sempit, persimpangan tiga, bahkan di jalan yang menurun.

"Setiap pagi dan malam hari selalu seperti itu, tapi yang membahayakan di waktu pagi hari, karena bersamaan dengan aktifitas anak sekolah, jam kerja pegawai," cetusnya.

M. Guntur menginginkan, perlakuan tersebut tidak lagi terjadi, untuk  perlu ada solusi agar tidak memberatkan pihak perusahaan dan juga tidak membahayakan warga.

"Harus ada solusi, supaya perusahaan juga bisa melaksanakan aktifitas dengan aman dan warga juga tidak terganggu dengan aktifitas naik turun karyawan perusahaan," tegasnya.  

Sementara itu Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Paser Adi Maulana, mengatakan, terkait permasalahan tersebut pihaknya telah menginstruksikan kepada Dishub Paser untuk mengatur titik kumpul karyawan perusahaan.

"Perlu ditetapkan titik kumpul bagi karyawan perusahaan, sehingga setiap bus perusahaan tidak lagi masuk ke tengah kota untuk menjemput karyawan," kata Adi

Adi menambahkan, direncanakan titik kumpul bagi karyawan akan diletakkan di area taman Gentung Temiang. Namun demikian, hal tersebut masih harus di bicarakan bersama, sehingga dapat memberikan kemudahan bagi karyawan perusahaan.

"Rencananya di taman Gentung Temiang, tapi nanti harus dibicarakan kembali agar dikemudian hari tidak ada permasalahan baru," tambahnya.(tom/han)