Harga bawang merah di Kota Balikpapan mulai mengalami penurunan seiring dengan meningkatnya jumlah pasokan. Berdasarkan pantauan di pasar tradisional di Kota Balikpapan, harga bawang terpantau berkisar antara Rp 50 ribu per kilogram. Harga tersebut menurun drastis dibanding harga sebelumnya, yang sempat bertengger di harga Rp 80 ribu per kilogram. Kenaikan harga tertinggi bawang merah, terjadi saat hari raya Idul Adha beberapa minggu lalu.

Hendra, salah seorang pedagang bawang merah di Pasar Klandasan menyampaikan bahwa harga bawang merah sudah mulai menurun dalam beberapa pekan terakhir. Penurunan ini dipicu oleh penambahan pasokan bawang merah di pasaran. “Sekarang sudah agak turun harganya, Rp 50 ribu per kilogram, sebelumnya pernah sampai Rp 80 ribu waktu mau Lebaran,” kata Hendra ketika diwawancarai wartawan di lapaknya, Rabu (3/8).

Ia menuturkan, tingginya harga bawang merah pada saat Idul Adha diakibatkan minimnya pasokan, yang dikarenakan kondisi cuaca yang sedang hujan. Meski demikian, Hendra menyampaikan bahwa harga bawang merah saat ini masih tinggi di atas harga biasanya, yang berkisar di harga Rp 28 ribu per kilogram.

Berdasarkan data Bank Indonesia, pada Juli 2022, Kota Balikpapan mengalami inflasi sebesar 0,73%, lebih tinggi dibandingkan bulan Juni 2022 sebesar 0,53% . Inflasi tersebut didorong oleh kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau yang memberikan andil 0,21% (mtm). Inflasi pada kelompok ini didorong oleh kenaikan harga bawang merah dan cabai rawit akibat faktor cuaca yang tidak menentu di wilayah sentra produksi sehingga menyebabkan gagal panen dan terganggunya jumlah pasokan. (MAULANA/KPFM)