Tiga ekor sapi yang diindikasi terkena virus penyakit mulut dan kuku (PMK) dimusnahkan oleh petugas kepolisian sektor Muara Komam pada Jumat (29/7) malam.

Hal ini dilakukan Polres Paser dalam membantu pemusnahan hewan ternak yang tidak dapat diselamatkan setelah terpapar virus PMK.

"Adapun hasil kegiatan tersebut yaitu 3 sapi jenis Bali dan 1 ekor sapi jenis simental telah dilaksanakan pemusnahan dengan cara di sembelih di lokasi ternak tersebut," jelas Kapolsek Muara Komam AKP Tri Riswanto, S.H pada wartawan Selasa (2/8) kemarin

Pelaksanaan pemusnahan sapi yang mengidap PMK dilakukan Polsek Muara dengan petugas UPTD Puskeswan Muara Komam.

Kapolres Paser AKBP Kade Budiyarta, S.I.K, melalui Kapolsek Muara Komam AKP Tri Riswanto, S.H mengatakan, pemusnahan dengan cara disembelih di lokasi ternak tersebut. Hewan yang ternak yang dimusnahkan tersebut merupakan hewan ternak yang sudah tidak dapat diselamatkan.

"Saya sampaikan bahwa hewan ternak yang terkena wabah atau virus yang sudah tidak bisa digunakan yang kami musnahkan, hal itu dilakukan untuk menghindari meluasnya virus di lokasi. Kami sembelih dan langsung dikubur," kata Tri Riswanto kembali.

Tri Riswanto menambahkan, tugas Polri disini melakukan pengawasan kegiatan tersebut. Intinya Polri berperan untuk mengantisipasi penyebaran dari wabah penyakit tersebut hal tersebut berdasarkan intruksi dari Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, M.Si yang memerintahkan kepada jajarannya untuk turut serta melakukan pengawasan terkait penanganan PMK hewan ternak sapi dan selalu berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam pencegahan penyakit PMK tersebut.

"Yang kami lakukan ini merupakan tindakan pencegahan dini agar virus tersebut tidak menular ke ternak yang masih sehat," imbuhnya. (tom/han)