Banyaknya keluhan dari masyarakat terkait pelayanan kesehatan di RSUD Panglima Sebaya yang buruk membuat Wakil Bupati (Wabup) Paser Syarifah Masitah Assegaf melakukan sidak ke rumah sakit ini Kamis (4/8).

Wabup Syarifah mengatakan, dari hasil sidak yang dilakukan, ia mengakui RSUD Panglima Sebaya memang memiliki kekurangan dalam hal kapasitas ruang pelayanan yang belum memadai.

"Saya sudah melihat langsung di ruang tunggu itu, kita memang kekurangan kapasitas tempatnya kurang besar. Sehingga masyarakat yang ingin mendapat pelayanan mengalami penumpukan," kata Masitah.

Masitah melanjutkan, berdasarkan data yang diperoleh dari pihak RSUD, untuk tiap harinya, terdapat 400 hingga 500 masyarakat yang masuk untuk mendapat pelayanan di RSUD Panglima Sebaya. Namun daya tampung ruangan yang ada hanya berkapasitas 150 untuk ruang rawat jalan, dan ruang rawat inap hanya berkapasitas 214 pasien.

"Mudah-mudahan kedepan, kapasitas ruang tunggu ini bisa ditangani dan sudah ada solusi dari pihak rumah sakit," ucap Masitah.

Untuk ruang rawat inap di RSUD Panglima Sebaya, kata Masitah, saat ini tengah dalam proses rehab, sehingga masih banyak pasien di IGD yang belum mendapat kamar. Namun kedepannya, dengan rehab ruang itu nantinya terdapat sekitar 30 lebih kamar untuk menampung pasien.

"Intinya kita pelan-pelan membenahi, mulai dari pelayanan, renovasi rawat inap dan lain sebagainya," ujarnya

Dengan adanya keluhan dari masyarakat, ia berharap tingkat pelayanan pasien di RSUD Panglima Sebaya lebih diperhatikan lagi.

"Utamanya pelayanan saat urgent, ini yang harus cepat ditindak lanjuti oleh pihak rumah sakit," tegasnya.

Dari hasil keluhan masyarakat yang ia terima, masyarakat juga meminta agar pihak rumah sakit tidak terlalu banyak memberikan rujukan. Hal itu dinilai akan mempersulit masyarakat yang harus dirujuk ke rumah sakit Balikpapan.

"Pihak rumah sakit menyatakan, kalau pasien dirujuk itu pasti ada kondisi tertentu yang tidak bisa ditangani oleh pihak rumah sakit, sehingga keluar rekomendasi rujukan ke rumah sakit lain," paparnya.

Masitah menambahkan, kedepannya harus ada service excellent, agar perawat di RSUD Panglima Sebaya bisa lebih baik lagi dalam melakukan pelayanan.

"Perawat jangan suka marah-marah, harus lebih baiklah dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat," tambahnya. Sementara itu, Direktur RSUD Panglima Sebaya dr. Kamal Anshari mengapresiasi atas perhatian dari pemerintah daerah yang telah meluangkan waktu untuk melihat kondisi langsung rumah sakit.

"Kami juga terus berkoordinasi dengan Pemkab Paser mengenai keterbatasan yang kami hadapi selama memberi pelayanan, termasuk kapasitas rumah sakit yang dalam 2 bulan terakhir ini mengalami lonjakan kunjungan," cetusnya.

dr. Kamal melanjutkan, untuk tahun ini terdapat renovasi 1 gedung yang bersumber dari anggaran Pemkab Paser, dan 1 gedung lagi yang akan dibuka melalui anggaran RSUD Panglima Sebaya.

"Mudah-mudahan dengan adanya gedung itu, bisa menampung pasien yang belum masuk di ruang rawat inap," harapnya.(tom/han)