Bagi para wisatawan  yang memiliki hobi camping, objek wisata Nui Sae tepatnya yang berada di Desa Long Gelang, Kecamatan Long Ikis. Dapat menjadi pilihan untuk melakukan aktivitas perkemahan dengan mengajak keluarga, sahabat atau orang terkasih pasalnya wisata Nui Sae menawarkan liburan ditemani oleh awan dan hutan yang asri.

Kepala Desa Long Gelang Salmin mengatakan, objek wisata Nui Sae merupakan wisata diatas gunung yang masih memiliki potensi pemandangan alam yang menarik. Wisata ini dilengkapi oleh tempat camping, pendopo, bahkan toilet gratis.

"Wisata alam ini masih tergolong baru dibuka secara resmi pada tanggal 29 Juni 2022 lalu, yang mana pembangunan nya telah dilakukan sejak tahun 2018," kata Salmin, Kamis (11/8).

Salmin melanjutkan, Nui Sae sendiri merupakan  wujud cerminan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan. Dengan memanfaatkan bekas galian tambang nikel PT. Telen Indo Clay dengan luas tanah yang merupakan bekas galian tambang yang terbengkalai.

Meskipun baru dibuka, namun sampai pada saat ini sudah ada sekitar 900 pengunjung yang telah datang untuk menikmati keindahan alam yang masih asri.

"Walaupun baru dibuka namun, banyak peminat dari luar kota yang tertarik untuk berkunjung ke wisata Nui Sae ini," jelasnya.

Dari ketinggian puncak  Nui Sae, kata Salmin, dapat terlihat Gunung Lumut yang banyak masyarakat sekitar menyebut gunung yang terkenal sebagai surga Lumut Dunia. Tak hanya itu, dari ketinggian alam Nui Sae, dapat terdengar suara hewan seperti bekantan bahkan uwa-uwa yang saat ini menjadi hewan langka.

"Jadi wisata alam ini benar-benar menyajikan suasana alam yang benar-benar asri dan nyaman," ujarnya.

Menurutnya jika berkunjung ke objek wisata ini tak lengkap rasanya jika tak menginap diatas gunung. Saat sore hari menikmati sunset diiringi dengan hembusan angin yang segar, dan saat pagi disuguhi dengan selimut kabut yang menangkan hati.

"Bahkan dari puncak gunung pengunjung bisa melihat burung Enggang yang berterbangan di pagi hari yang merupakan burung yang sangat langka dan dilindungi," jelasnya.

Salmin berharap dengan adanya objek wisata alam di desanya, pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih serta melihat potensi wisata yang dapat meningkatkan perekonomian Kabupaten Paser serta perekonomian Desa Long Gelang khususnya.

"Kami dari pemerintah desa sangat antusias dengan objek wisata ini hal ini kami buktikan dengan adanya pembangunan sarpras meski belum sepenuhnya lengkap. Pemerintah daerah juga telah memberikan perhatian namun kami mengharapkan dapat berkelanjutan perhatian tersebut," harapnya.

Sementara itu salah satu pengunjung Saiful Anwar saat mengunjungi objek wisata tersebut sangat takjub akan keindahan alam Nui Sae, pasalnya mash asri dan masih di kelilingi oleh hutan, flora dan fauna nya masih terjaga.Terbukti dengan burung enggang dan beberapa spesies apes lain yang mash ada disekitar.

"Terlihat juga bekas jejak kancil dan rusa disekitar objek wisata tersebut," ujarnya.

Menurutnya Nui Sae butuh penjagaan lingkungan yang lebih baik serta perlindungan secara high conservation value (HCV) dan wilayah yang dilindungi desa diperdes kan.

"Bila perlu di buatkan SK bupati tentang perlindungan kawasan. Harapannya pada objek wisata pemerintah daerah idapat membantu memaksimalkan dengan bantuan sarana dan prasarana serta bisa membuatkan izin perlindungan kawasan," harapnya.(tom)