Rencana Pemkab Paser untuk membagikan laptop kepada guru i kabupaten ini, sementara tertunda karena adanya perubahan standar satuan harga (SSH) laptop yang telah dianggarkan.

Dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Paser, Muhammad Yunus Syam sampai saat ini progres pengadaan laptop harus direvisi sesuai e-katalog laptop produk dalam negeri yang harganya Rp 11,8 juta per unit.

"SSH yang telah diajukan sebenarnya Rp 10 juta per unit laptop dan kami bersyukur telah disetujui, namun  harga satuan kontrak Rp 11,8 juta per unit," kata Muhammad Yunus Syam, kemarin.

Inilah yang menjadi alasan, mengapa sampai saat ini laptop yang ditargetkan dibagikan 1.000 unit belum dibagikan pasalnya karena ada perubahan SSH terbaru.

"Adanya perubahan SSH terbaru ini berdasarkan Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/jasa Pemerintah (LKPP) pada 28 Juli 2022.  Dimana pelaksanaan tentang E-purchasing Katalog Laptop Produk Dalam Negeri Hasil Konsolidasi Pengadaan Laptop Produk Dalam Negeri Secara Nasional Tahun Anggaran 2022," ucap M Yunus.

Sehingga atas dasar edaran ini yang membuat Disdikbud harus mengajukan SSH kembali.

"Jadi mesti diubah dan sudah kami sampaikan ke Badan Keuangan dan Aset Daerah Paser ," jelasnya.

Muhammad Yunus menambahkan, terjadinya kenaikan harga dikarenakan spesifikasi yang diberikan oleh LKPP lebih tinggi dibandingkan dengan ditentukan Disdikbud  Paser.

"Sebelumnya kami berencana membeli tipe prosessornya Core i3, dengan ada kebijakan yang terbaru harus Core i5," tambahnya.(tom/han)